| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09380 | 0.24% |
GBPUSD | 1.30000 | 0.10% |
AUDUSD | 0.71870 | -0.04% |
NZDUSD | 0.67450 | -0.01% |
USDJPY | 118.160 | 0.10% |
USDCHF | 0.93840 | 0.06% |
USDCAD | 1.28220 | 0.11% |
GOLDUD | 1950.700 | -0.30% |
COFU | 102.28 | -3.39% |
USD/IDR | 14335 | -0.03% |
Selasa, 15 Maret 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau semakin meredup dibayangi oleh isyarat damai antara Rusia dengan Ukraina yang semakin menguat serta ditambah dengan ancaman pasokan berlebih yang dipicu oleh peningkatan pasokan dari AS. Meski demikian, potensi memanasnya tensi antara Rusia dengan Barat serta sekutunya membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Keyakinan akan peningkatan produksi minyak AS semakin menguat pasca proyeksi terbaru dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menyusul laporan jumlah Rig AS dari Baker Hughes pada pekan lalu. EIA pada hari Senin merilis laporan yang menunjukkan bahwa produksi minyak Permian di Texas dan New Mexico, ladang minyak serpih terbesar AS, diperkirakan akan naik 70,000 bph ke rekor 5.20 juta bph pada April. EIA juga menambahkan secara total produksi di ladang minyak serpih utama AS akan naik 117,000 bph menjadi 8.70 juta bph pada April, terbesar sejak Maret 2020. Selain minyak, produksi gas alam juga akan meningkat 0.6 miliar kaki kubik per hari (bcfd) ke rekor 92.3 bcfd pada bulan April, ungkap EIA.
Di sisi lain, pasar juga masih terus fokus memantau perkembangan lebih lanjut dari pertemuan antara Rusia dengan Ukraina yang meski belum mencapai kesepakatan secara resmi, namun isyarat positif dari negosiator kedua negara cukup mendorong harga minyak ke zona bearish. Dalam pernyataan resminya, negosiator Ukraina Mykhailo Podolyak pada hari Senin mengatakan bahwa Rusia telah berbicara secara konstruktif dan beberapa hasil secara harfiah dapat tercapai dalam beberapa hari kedepan. Dari pihak Rusia, Leonid Slutsky, seorang anggota tim perunding Rusia mengatakan kemungkinan penandatanganan dokumen kesepakatan antara kedua negara dalam beberapa hari mendatang.
Meski sinyal damai Rusia dengan Ukraina terus menguat, namun tensi antara Rusia dengan AS serta Eropa berpotensi memanas dengan terus bertambahnya pernyataan embargo dari sejumlah perusahaan energi. Perusahaan minyak negara Norwegia Equinor pada hari Senin mengumumkan secara resmi akan menghentikan perdagangan minyak Rusia akibat penutupan operasional perusahaannya di Rusia. Keputusan Equinor tersebut menambah jumlah perusahaan energi yang telah mengembargo minyak Rusia seperti Shell, BP, TotalEnergies Prancis dan grup energi asal Italia ENI.
Sementara itu, Mahkamah Internasional pada hari Senin mengatakan akan melanjutkan untuk memproses kasus yang diajukan Ukraina pada 16 Maret. Sebagai catatan, Ukraina mengajukan tuntutan atas Rusia dengan tuduhan menyalahi perjanjian genosida PBB ke Mahkamah Internasional pada 7 Maret lalu, sebelum berlangsungnya negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina. Dengan adanya pernyataan dari Mahkamah Internasional tersebut berpotensi memicu hambatan pada jalannya proses negosiasi damai antara Rusia dengan Ukraina yang sedang berjalan saat ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.9% | 1% | |||||
19:30 | USA - Core PPI MoM |
| 0.6% | 0.8% | |||||
19:30 | USA - NY Empire State Manufacturing Index |
| 7 | 3.1 | |||||