| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1431 | 0.08% |
GBPUSD | 1.3345 | 0.09% |
AUDUSD | 0.6915 | 0.23% |
NZDUSD | 0.5696 | 0.16% |
USDJPY | 161.09 | 0.01% |
USDCHF | 0.8034 | -0.06% |
USDCAD | 1.4180 | -0.02% |
GOLDUD | 4,125.81 | 1.56% |
COFU | 68.43 | 0.57% |
USD/IDR | 17,989 | 0.00% |
Jumat, 03 Juli 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari ancaman keras Iran terhadap AS dan Israel, serta serangan intensif Rusia terhadap Ukraina. Meski demikian, kekhawatiran akan pasokan berlebih di pasar membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Iran memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan serangan apa pun terhadap Teheran saat negara itu bersiap untuk pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang, kata Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pada hari Kamis. Abdollahi menegaskan bahwa Iran siap melakukan pembalasan keras terhadap setiap ancaman dan agresi.
Dukungan lainnya datang dari Rusia yang mengancam akan terus meningkatkan tekanan terhadap Ukraina, menyusul serangan sebanyak 74 rudal dan 496 drone, ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Kamis. Sinyal eskalasi konflik di Eropa timur tersebut berpotensi memicu krisis energi yang mulai terlihat dari kekhawatiran petani Rusia tidak dapat melakukan pemanenan karena kurangnya bahan bakar.
Sementara itu, produksi minyak mentah Kuwait meningkat tajam menjadi 1,65 juta bph pada Juni, dibanding produksi Mei yang berada di sekitar 580.000 bph, kata sebuah sumber pada hari Kamis. Dalam 10 hari terakhir Juni, peningkatan produksi harian di negara produsen terbesar kelima di OPEC itu mencapai 1,9 juta bph, tambah sumber tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan potensi pasokan berlebih di pasar, menyusul peningkatan di UEA dan kembali pulihnya lalu lintas di jalur Selat Hormuz.
Turut membebani harga, ekspor minyak dari pelabuhan Primorsk, Ust-Luga, dan Novorossiysk diperkirakan mencapai antara 2,7 dan 2,8 juta bph pada bulan Juni, sebuah rekor yang melampaui 2,5 juta bph pada bulan Mei, dan level tersebut diperkirakan akan tetap bertahan pada bulan Juli karena serangan drone yang terus berlanjut terhadap kilang-kilang domestik memaksa Moskow untuk meningkatkan ekspor minyak mentah, kata tiga sumber perdagangan dan industri pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Independence Day |
|
|
|