Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Sinyal Dimulainya Krisis Gas Eropa
Minyak Menguat Dipicu Sinyal Dimulainya Krisis Gas Eropa
Thursday, 12 May 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05100

0.29%

GBPUSD

1.22590

-0.14%

AUDUSD

0.69370

0.10%

NZDUSD

0.63010

-0.13%

USDJPY

129.880

-0.06%

USDCHF

0.99420

-0.02%

USDCAD

1.29900

-0.09%

GOLDUD

1852.000

0.32%

COFU

105.63

-0.16%

USD/IDR

14520

0.24%

Fokus Crude Oil:

  1. Rusia jatuhkan sanksi pada 31 perusahaan unit Gazprom di Eropa dan AS.
  2. Libya umumkan ladang minyak dan pelabuhan yang ditutup akan segera dibuka kembali.

***************************************************************

Kamis, 12 Mei 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung tanda-tanda dimulainya krisis pasokan gas di Eropa. Meski demikian, pernyataan bernada negatif dari Libya serta data stok minyak AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pemerintah Rusia pada hari Rabu mengumumkan sanksi pada pemilik pipa Polandia EuRoPol Gaz, Gazprom Germania, dan 29 anak perusahaan Gazprom Germania. Sanksi tersebut diumumkan sebagai bentuk tanggapan pasca Uni Eropa (UE) pada hari yang sama mengisyaratkan kemungkinan embargo minyak Rusia ketika berlakunya aturan UE yang lebih ketat pada 15 Mei mendatang. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis gas di Eropa lebih cepat dari yang dugaan, karena implikasi dari sanksi tersebut berdampak langsung pada aliran gas ke negara UE.

Turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan gas, aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat pada hari Rabu pasca Kyiv menghentikan rute transit utama yang membawa sekitar 8% allran gas Rusia ke Eropa. 

Sementara itu, dalam pernyataan resmi Selasa malam, perdana menteri Libya Fathi Bashagha mengatakan bahwa ladang minyak dan pelabuhan yang ditutup akan segera dibuka kembali setelah negosiasi dengan milisi berhasil tercapai. Serangkaian penutupan tersebut telah menyebabkan produksi minyak mentah Libya merosot sekitar 50% menjadi 600,000 bph dalam sebulan terakhir. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari National Oil Corp yang mengoperasikan ladang minyak tentang kapan produksi atau ekspor akan kembali normal.

Dari pasar energi AS, badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan melonjak naik sebesar 8.49 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 457 ribu barel. Data dari EIA tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang sedang lesu di pasar AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $100 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PPI MoM

 

0.5%

1.4%

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1380K

1384K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

195K

200K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788