| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18380 | 0.07% |
GBPUSD | 1.37870 | -0.04% |
AUDUSD | 0.73840 | 0.12% |
NZDUSD | 0.70960 | 0.14% |
USDJPY | 110.270 | -0.01% |
USDCHF | 0.91950 | -0.04% |
USDCAD | 1.26430 | -0.06% |
GOLDUD | 1794.143 | 0.35% |
COFR | 972905 | 0.19% |
USD/IDR | 14230 | 0.18% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 08 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish didukung oleh isyarat OPEC+ untuk menjaga harga minyak serta gangguan produksi minyak AS yang masih berlangsung di Teluk Meksiko. Meski demikian, desakan untuk segera dilakukan resolusi terkait masalah nuklir Iran, memicu potensi kembalinya barel minyak Iran ke pasar minyak global yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Produsen minyak terbesar kedua di Rusia, Lukoil, mengatakan bahwa harga minyak yang "nyaman" untuk konsumen adalah di kisaran $65-$75 per barel, sehingga OPEC+ berusaha untuk mempertahankan harga minyak di kisaran tersebut. Pernyataan dari Lukoil itu mengisyaratkan potensi OPEC+ untuk kembali membatasi produksi apabila harga minyak dunia bergerak di bawah ataupun di atas kisaran harga yang disebutkan tadi.
Turut mendukung harga minyak, Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Selasa melaporkan bahwa sekitar 79.33% atau sebesar 1.44 juta bph produksi minyak mentah di Teluk Meksiko masih belum beroperasi. Meskipun operator di sepanjang Teluk AS masih terus berupaya memulihkan platform produksi, namun tampaknya hal itu masih membutuhkan waktu dan berpotensi mengganggu pasokan minyak AS dalam waktu dekat.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IEAA) pada hari Selasa mendesak AS dan sekutu Eropa untuk segera dilakukan resolusi saat pertemuan 35 negara anggota Dewan IEAA yang akan berlangsung minggu depan. Utusan Khusus AS untuk Iran, Robert Malley pada hari Selasa mengatakan akan bertemu dengan Rusia dan Paris minggu ini untuk membahas masalah program nuklir Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 990,000 - 1,010,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||