Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Didukung Gangguan Pasokan Libya Serta Eskalasi Konflik Ukraina
Minyak Menguat Didukung Gangguan Pasokan Libya Serta Eskalasi Konflik Ukraina
Monday, 18 April 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08030

-0.08%

GBPUSD

1.30580

-0.18%

AUDUSD

0.73900

-0.20%

NZDUSD

0.67820

-0.60%

USDJPY

126.410

0.10%

USDCHF

0.94340

-0.02%

USDCAD

1.26110

0.17%

GOLDUD

1972.000

0.60%

COFU

106.46

0.96%

USD/IDR

14360

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  1. NOC nyatakan force majeure untuk pemuatan dari dua pelabuhan Libya.
  2. Shanghai laporkan tiga kematian akibat Covid pada 17 April, pertama kalinya selama wabah baru-baru ini.

***************************************************************

Senin, 18 April 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh potensi pengetatan pasokan pasca pengumuman force majeure oleh Libya serta sinyal konflik Ukraina yang semakin meningkat. Meski demikian, potensi penurunan permintaan dari China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Dua pelabuhan pemuatan ekspor Libya yaitu Mellitah di Libya barat dan Zueitina di Libya timur terpaksa dihentikan sementara akibat aksi protes terbaru yang menyerukan Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah untuk turun. Perusahaan minyak negara, National Oil Corp (NOC) pada hari Minggu menyatakan secara resmi status force majeure di kedua pelabuhan tersebut. Selain pelabuhan, ladang minyak di El-Feel yang memproduksi 65,000 bph juga dihentikan sementara.

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak melontarkan ancaman jika lebih banyak negara bergabung dengan larangan impor energi Rusia, harga minyak berpotensi naik "secara signifikan melebihi" level tertinggi dalam sejarah. Ancaman tersebut menyusul rencana dari pemerintah Uni Eropa (UE) pekan lalu yang sedang menyusun proposal embargo minyak Rusia.

Dari Eropa timur, Ukraina dilaporkan telah menyelesaikan kuesioner keanggotan UE, yang menandai proses awal bergabungnya Ukraina ke UE, ungkap Ihor Zhovkva, wakil kepala kantor Presiden Volodymyr Zelenskiy pada hari Minggu. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi tensi lebih lanjut atas konflik Ukraina, mengingat salah satu penyebab awal dimulainya konflik adalah niat Ukraina bergabung dengan NATO yang ditentang keras oleh Rusia.

Sementara itu, potensi penerapan penguncian yang lebih ketat di China akibat Covid memicu kekhawatiran akan penurunan permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Shanghai yang menjadi kota pusat keuangan sekaligus salah satu pusat wabah Covid di China, melaporkan tiga orang yang terinfeksi meninggal pada hari Minggu, pertama kalinya selama wabah saat ini. Pabrik penyulingan China berencana memangkas produksinya bulan ini sekitar 6 persen - level yang terakhir terlihat saat awal pandemi dua tahun lalu - untuk mengurangi peningkatan stok bahan bakar akibat penguncian baru-baru ini, ungkap analis dan sumber industri.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $100 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

77

79

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788