| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09220 | -0.04% |
GBPUSD | 1.23710 | -0.07% |
AUDUSD | 0.66980 | 0.15% |
NZDUSD | 0.61810 | 0.03% |
USDJPY | 134.430 | 0.04% |
USDCHF | 0.89820 | 0.03% |
USDCAD | 1.33920 | 0.02% |
GOLDUD | 1,994.820 | -0.14% |
COFU | 81.00 | -0.05% |
USD/IDR | 14,800 | 0.20% |
Selasa, 18 April 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melandai dibebani oleh keputusan terbaru kelompok G7 serta pernyataan dari Rusia mengenai kestabilan output minyak hingga 2025. Meski demikian, kelanjutan ekspor minyak Irak via Turki yang masih belum jelas, serta penurunan ekspor minyak Saudi sepanjang bulan Februari, membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Kelompok G7 membuat keputusan untuk mempertahankan batas harga $60 per barel untuk minyak Rusia selama beberapa minggu terakhir, meskipun harga minyak mentah global meningkat dan seruan dari beberapa negara anggota untuk menetapkan batas harga yang lebih rendah guna membatasi pendapatan Moskow, kata seorang pejabat di kelompok tersebut pada hari Senin. Dalam kebijakan batas harga minyak Rusia yang mulai diterapkan pada Desember lalu itu melarang perusahaan negara G7 dan Uni Eropa untuk menyediakan layanan transportasi, asuransi, dan pembiayaan untuk minyak dan produk minyak Rusia jika dijual di atas batas tersebut. Keputusan terbaru dari kelompok G7 ini mengindikasikan bahwa Rusia masih akan tetap dapat menjual minyaknya seperti yang berjalan saat ini, yang artinya pasokan Rusia tidak akan mengalami gangguan akibat penerapan batas harga tersebut.
Turut membebani pergerakan harga minyak, produksi minyak Rusia diperkirakan akan tetap stabil hingga tahun 2025, kata Wakil Menteri Energi Rusia Pavel Sorokin pada hari Senin. Selain itu, Rusia juga merencanakan untuk membangun tempat penyimpanan cadangan minyak dalam upaya meningkatkan fleksibilitas pasokan, "dengan mempertimbangkan situasi saat ini di pasar internasional, tingginya volatilitas permintaan dan harga minyak", tambah Sorokin. Rusia hingga saat ini belum memiliki tempat penyimpanan minyak yang besar, dan pada tahun lalu, seorang pejabat Rusia mengisyaratkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tidak kurang dari 100 juta ton, atau lebih dari 700 juta barel, yang dapat memakan waktu hingga empat tahun.
Sementara itu, Pemerintah Irak dan Pemerintah Daerah Kurdistan dilaporkan telah menyelesaikan masalah teknis penting untuk melanjutkan ekspor minyak dari pelabuhan Turki Ceyhan ke pasar internasional, ungkap empat sumber pada hari Senin. Meski demikian, salah satu sumber mengatakan bahwa batas waktu untuk melanjutkan ekspor minyak utara Irak masih belum jelas karena masih harus menunggu Turki untuk menyelesaikan kesepakatan pembayaran ganti rugi ke Irak sebesar $1.5 miliar, sebelum ekspor dapat kembali dilanjutkan.
Sentimen positif lainnya datang dari laporan yang menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi pada bulan Februari turun sebesar lebih dari 2% menjadi 7.46 juta bph dari 7.66 juta bph pada Januari, ungkap data resmi yang dirilis oleh Joint Organisations Data Initiative (JODI) pada hari Senin.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Building Permits |
| 1.46M | 1.50M |
19:30 | USA - Housing Starts |
| 1.40M | 1.45M |