Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Melandai Menanti Katalis Baru
Minyak Melandai Menanti Katalis Baru
Thursday, 02 March 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06670

0.05%

GBPUSD

1.20280

-0.16%

AUDUSD

0.67610

-0.22%

NZDUSD

0.62560

-0.35%

USDJPY

136.150

0.10%

USDCHF

0.93940

0.21%

USDCAD

1.35940

0.05%

GOLDUD

1,837.100

-0.28%

COFU

77.74

-0.04%

USD/IDR

15,255

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • Rusia setuju lanjutkan kesepakatan ekspor via Laut Hitam apabila ekspornya tidak diblokir.
  • AS bersiap jatuhkan sanksi terhadap China terkait konflik Ukraina, ujar 4 pejabat AS dan sumber lainnya.

***************************************************************

Kamis, 02 Maret 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melandai dipicu oleh beragam sentimen di pasar. Keamanan Jalur Pelayaran Laut Hitam dan potensi peningkatan permintaan di India mendukung pergerakan harga minyak. Namun, laporan stok EIA dan isyarat peningkatan tensi AS dengan China, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Rusia menegaskan tidak akan memperbarui kesepakatan ekspor biji-bijian via Laut Hitam yang akan berakhir pada 18 Maret, jika akses ke pasar global untuk ekspor produknya terutama produk pertanian dan pupuk masih diblokir, ungkap kementerian luar negeri Rusia pada hari Rabu. Jalur pelayaran Laut Hitam merupakan akses utama yang memungkinkan biji-bijian diekspor dengan aman dari pelabuhan di Ukraina.

Turut mendukung pergerakan harga, data dari sumber perdagangan di India yang dirilis hari Rabu menunjukkan bahwa output kilang pada bulan Januari mencapai 5.39 juta bph atau setara dengan 22.80 juta ton, tertinggi sejak 2009, karena peningkatan impor minyak dari Rusia. Data yang sama menunjukkan impor minyak mentah India dari Rusia pada bulan Februari naik ke level tertinggi enam bulan, sementara permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar ketiga dunia itu diperkirakan akan tumbuh sebesar 4.7% pada tahun fiskal berikutnya yang dimulai pada 1 April mendatang.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 1.17 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 457 ribu barel, ungkap laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah Energy Information Administration (EIA) untuk pekan yang berakhir 24 Februari. Kenaikan stok minyak mentah tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

Sentimen negatif lainnya datang dari AS yang dikabarkan sedang mencari dukungan dari berbagai negara, terutama di negara kelompok G7, guna menjatuhkan sanksi baru terhadap China, apabila Beijing memberikan dukungan militer kepada Rusia dalam konflik Ukraina, ungkap 4 pejabat AS dan sumber lainnya yang dikutip oleh Reuters pada hari Rabu. Potensi peningkatan tensi antara AS dan China itu memicu kekhawatiran akan berdampak pada ekonomi global, terutama China yang saat ini sedang dalam proses pemulihan pasca pembukaan kembali ekonomi pasca Covid.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1665K

1654K

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

195K

192K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788