| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15490 | 0.03% |
GBPUSD | 1.36150 | -0.01% |
AUDUSD | 0.73130 | 0.01% |
NZDUSD | 0.69220 | 0.32% |
USDJPY | 111.610 | 0.21% |
USDCHF | 0.92840 | 0.09% |
USDCAD | 1.25470 | -0.04% |
GOLDUD | 1755.433 | 0.16% |
COFR | 1119812 | 0.27% |
USD/IDR | 14200 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 08 Oktober 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau kembali bergerak bullish pasca penegasan AS untuk tidak membuka cadangan minyak strategis saat ini serta ditambah dengan data ekonomi positif dari China.
Departemen Energi AS menegaskan tidak memiliki rencana "saat ini" untuk memanfaatkan cadangan minyak negara, ujar sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki. Pernyataan tersebut menyusul komentar sebelumnya bahwa AS berencana merilis cadangan minyak strategisnya guna meredam harga bensin yang tinggi. Krisis energi dari Eropa ke Asia yang dipicu oleh kekurangan pasokan gas telah mendorong peralihan energi dari gas ke minyak, yang turut mendongkrak kenaikan permintaan minyak, terlebih menjelang musim dingin.
Turut mendukung harga minyak, aktivitas di sektor jasa China kembali tumbuh pada bulan September ke level 53.4 dari 46.7 di bulan Agustus, menjauh dari level terendah sejak pandemi tahun lalu, ungkap data dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) Caixin. Data tersebut memberikan dukungan positif terhadap ekonomi China pasca dihantam pandemi.
Sementara itu, indikator dalam waktu dekat yang dipantau pasar untuk melihat pergerakan arah minyak adalah laporan mingguan mengenai hitungan jumah rig minyak AS yang akan dirilis akhir pekan ini oleh perusahaan layanan jasa energi Baker Hughes.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,140,000 - 1,160,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,100,000 - 1,080,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||