| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06720 | -0.21% |
GBPUSD | 1.19960 | -0.38% |
AUDUSD | 0.68810 | -0.42% |
NZDUSD | 0.62630 | -0.61% |
USDJPY | 133.940 | 0.51% |
USDCHF | 0.92510 | 0.34% |
USDCAD | 1.34520 | 0.20% |
GOLDUD | 1,837.400 | -0.46% |
COFU | 78.35 | -0.19% |
USD/IDR | 15,170 | 0.13% |
Jumat, 17 Februari 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau mengalami koreksi turun tipis pasca rilisnya pernyataan AS terkait rencana pengurangan produksi Rusia. Meski demikian, penegasan sikap OPEC+, isyarat positif situasi di China, serta potensi krisis baru di Irak memberikan dukungan terhadap harga minyak.
AS melihat bahwa keputusan Rusia untuk memangkas produksi minyak sebesar 500 ribu bph merupakan cerminan ketidakmampuan Rusia untuk menjual minyaknya, kata Ben Harris, Asisten Sekretaris Departemen Keuangan AS, pada hari Kamis. Harris juga menambahkan bahwa tujuan embargo dan batas harga yang diterapkan saat ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar dan memangkas pendapatan Rusia, dan sekarang tujuan tersebut telah tercapai. Meski demikian, pasar masih menunggu kejelasan apakah Rusia benar-benar akan merealisasikan rencana pemangkasan output tersebut.
Sementara itu, Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa kesepakatan OPEC+ saat ini mengenai produksi minyak akan dikunci hingga akhir tahun, meskipun ada sinyal positif peningkatan permintaan yang dipicu oleh pembukaan kembali ekonomi China. OPEC dan sekutunya pada bulan Oktober lalu menyepakati untuk memangkas target produksi minyak sebesar 2 juta bph hingga akhir 2023. Penegasan komitmen OPEC+ tersebut mengindikasikan potensi pasokan di pasar akan tetap ketat.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, para pemimpin tertinggi China mendeklarasikan kemenangan atas upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian Covid-19 sejak November 2022, yang membuat transisi mulus penanganan epidemi Covid-19 dalam waktu yang relatif singkat, ungkap Politburo Standing Committee (PSC) China dalam sebuah pertemuan pada hari Kamis. Meskipun saat ini masih terdapat hampir 800 ribu kasus parah yang sedang dalam perawatan, namun situasi epidemi terus membaik dan China juga memiliki tingkat kematian terendah di dunia akibat Covid-19. Berita tersebut semakin meningkatkan harapan pemulihan ekonomi, sekaligus potensi kembali meningkatnya permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia tersebut.
Sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa Irak berpotensi menghadapi krisis baru sehubungan dengan kembali munculnya ketegangan dengan para pemimpin Kurdi, kata Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani pada hari Kamis. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan turut mempengaruhi arah kebijakan terkait minyak di negara produsen minyak terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Export Prices MoM |
| -0.2% | -2.6% |
20:30 | USA - Import Prices MoM |
| -0.2% | 0.4% |
20:30 | USA - Fed Barkin Speech |
|
|
|
22:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.3% | -0.8% |