| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 0.99480 | -0.36% |
GBPUSD | 1.15150 | -0.36% |
AUDUSD | 0.68000 | -0.35% |
NZDUSD | 0.60950 | -0.21% |
USDJPY | 140.170 | 0.09% |
USDCHF | 0.98100 | 0.11% |
USDCAD | 1.31280 | 0.18% |
GOLDUD | 1712.000 | -0.13% |
COFU | 86.84 | 1.72% |
USD/IDR | 14880 | 0.24% |
Senin, 05 September 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau melaju bullish didukung oleh isyarat pemangkasan produksi jelang berlangsungnya pertemuan OPEC+ hari ini. Selain itu, keputusan dari G7 untuk menerapkan batas harga pada minyak Rusia turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.
Jelang pertemuan OPEC+ pada 5 September, lima sumber dari OPEC+ pada hari Minggu mengatakan bahwa OPEC dan sekutunya kemungkinan akan mempertahankan kuota produksi minyak tidak berubah untuk Oktober pada pertemuan nanti. Sementara dua dari lima sumber tersebut menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan OPEC+ akan membahas pemotongan kecil 100,000 bph untuk membawa kuota produksi kembali ke tingkat Agustus, terlebih dengan adanya tren penurunan harga baru-baru ini.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, para menteri keuangan G7 -Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan AS- pada 2 September secara resmi menyepakati untuk menerapkan pembatasan harga untuk minyak Rusia beserta produk turunannya. Meski belum menyebutkan secara rinci kapan waktu efektif pemberlakuan batas harga tersebut, namun mengutip dari situs Kementerian Keuangan Jerman disebutkan bahwa aksi pembatasan tersebut akan dikoordinasikan dengan paket keenam sanksi UE, yang menetapkan embargo minyak mulai 5 Desember dan embargo minyak mulai 5 Februari.
Sebelumnya pada pekan lalu, Rusia telah menegaskan akan menghentikan pasokan minyak ke negara-negara yang mendukung gagasan pembatasan harga tersebut, serta mengisyaratkan akan memangkas lebih lanjut pasokan gas ke Eropa.
Sementara itu, pembatasan serta penguncian di berbagai kota besar di China akibat Covid-19 memicu kekhawatiran akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan berdampak pada penurunan permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Otoritas kota pusat teknologi China, Shenzhen pada hari Sabtu mengumumkan akan memberlakukan putaran baru pengujian serta mengadopsi pembatasan berlapis mulai 5 September. Di kota Chengdu, otoritas kesehatan pada hari Minggu menegaskan akan terus memberlakukan pembatasan penguncian di sebagian besar kota dan melakukan lebih banyak pengujian massal di seluruh kota dari Senin hingga Rabu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
24hr | USA - Labor Day |
|
|
|
24hr | OPEC - JMMC Meetings |
|
|
|