| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18570 | -0.07% |
GBPUSD | 1.38270 | -0.10% |
AUDUSD | 0.74970 | -0.11% |
NZDUSD | 0.69890 | -0.06% |
USDJPY | 111.090 | -0.03% |
USDCHF | 0.92470 | 0.10% |
USDCAD | 1.24000 | 0.03% |
GOLDUD | 1769.800 | 0.28% |
COFR | 1065750 | 0.45% |
USD/IDR | 14500 | 0.17% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 01 Juli 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih berada dalam tren bullish dan bergerak di kisaran harga IDR 1,064,000 - 1,071,000 per barel, didukung oleh data penurunan stok minyak mentah untuk minggu keenam berturut-turut. Di sisi lain, pasar juga menunggu keputusan yang akan dibuat oleh OPEC+ apakah akan mempertahankan atau meningkatkan kuota produksi pada paruh kedua tahun ini.
Badan statistik pemerintah AS pada hari Rabu malam melaporkan data stok mingguan minyak mentah yang turun sebesar 6.72 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 4.69 juta barel. Untuk stok bensin di luar dugaan naik sebesar 1.52 juta barel dari prediksi awal yang memperkirakan akan terjadi penurunan sebesar 886,000 barel. Sedangkan dari sisi produksi secara mingguan tidak mengalami perubahan, masih bertahan di level 11.1 juta barel.
Fokus utama pasar minyak akan tertuju pada pertemuan antara OPEC dan sekutunya yang akan berlangsung hari ini untuk membahas kuota produksi OPEC+ bulan Agustus. Sejauh ini pasar memperkirakan OPEC dan sekutunya akan meningkatkan produksi sebesar 500,000 hingga 1 juta barel mulai bulan Agustus, terlebih pada hari Rabu, OPEC mengatakan dalam laporan internalnya bahwa permintaan berpotensi untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi pada akhir tahun 2021.
Sementara itu, kekhawatiran pemulihan permintaan berpotensi menemui hambatan dengan melonjaknya kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Delta. India melaporkan lonjakan kasus infeksi baru sebesar 48,786 kasus dan angka kematian sebesar 1,005, ungkap data Kementerian Kesehatan negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu. Australia sejauh ini telah melakukan penguncian di Sydney, Perth, Brisbane, dan Darwin. Dari Eropa dilaporkan bahwa Prancis pada hari Rabu mengumumkan penundaan pelonggaran pembatasan di wilayah barat daya negara itu serta ancaman gelombang keempat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,080,000 - 1,100,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,050,000 - 1,030,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 3382K | 3390K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 390K | 411K | |||||
20:45 | USA - Markit Manufacturing PMI Final | - | 62.6 | 62.1 | |||||
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI | - | 61 | 61.2 | |||||