| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17900 | -0.03% |
GBPUSD | 1.37990 | -0.15% |
AUDUSD | 0.74800 | -0.32% |
NZDUSD | 0.70200 | -0.47% |
USDJPY | 110.630 | -0.05% |
USDCHF | 0.92540 | 0.05% |
USDCAD | 1.24800 | 0.31% |
GOLDUD | 1803.410 | -0.37% |
COFR | 1045743 | -0.53% |
USD/IDR | 14490 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 08 Juli 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bearish, dipicu oleh kekhawatiran akan perpecahan dalam internal OPEC+ yang berpotensi menyebabkan kesepakatan produksi saat ini ditinggalkan. Selain itu, ancaman pembatasan dan penguncian baru akibat peningkatan kasus Covid-19 juga turut membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Setelah pertemuan OPEC+ hari Senin lalu yang berakhir tanpa kesepakatan kuota produksi baru, Rusia dikabarkan sedang memimpin upaya untuk mendamaikan perpecahan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab agar kesepakatan untuk meningkatkan produksi minyak dalam beberapa bulan mendatang dapat tercapai, ungkap tiga sumber OPEC+ pada hari Rabu. Meski demikian, belum ada keputusan mengenai tanggal untuk pertemuan kebijakan minyak berikutnya, dan OPEC+ tidak memberikan sinyal apakah kompromi mungkin dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Melonjaknya kasus Covid-19 di Asia juga turut membebani pergerakan harga minyak. Jepang berencana mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo sebagai upaya untuk menahan gelombang baru infeksi Covid-19, ungkap seorang menteri utama pada hari Kamis. Di Australia, Negara bagian New South Wales pada hari Kamis melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus Covid-19 yang didapat secara lokal untuk tahun ini. Selain Asia, Jerman juga pada hari Rabu melaporkan peningkatan jumlah infeksi baru setelah lebih dari dua bulan menurun secara stabil.
Sementara itu, dukungan terhadap harga minyak datang dari laporan persediaan minyak mentah AS yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan sebesar 7.98 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 Juli, yang sekaligus mengindikasikan laju positif permintaan bahan bakar sepanjang libur Hari Kemerdekaan AS pada akhir pekan lalu. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan akan terjadi penurunan masing-masing sebesar 4.03 juta barel untuk stok minyak mentah dan 2.18 juta barel untuk stok bensin. Selain itu, EIA juga akan merilis data mingguan produksi minyak mentah AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,060,000 - 1,080,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,020,000 - 1,000,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:00 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production | - | - | 11.100M | |||||
22:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change | - | -4.033M | -6.718M | |||||
22:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change | - | -2.176M | 1.522M | |||||