Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kian Menguat Dipicu Komentar IEA Serta Proyeksi Harga Aramco Bulan Mei
Minyak Kian Menguat Dipicu Komentar IEA Serta Proyeksi Harga Aramco Bulan Mei
Tuesday, 04 April 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09000

0.07%

GBPUSD

1.24130

0.05%

AUDUSD

0.67850

0.10%

NZDUSD

0.62960

0.05%

USDJPY

132.400

-0.05%

USDCHF

0.91230

-0.05%

USDCAD

1.34350

-0.05%

GOLDUD

1,984.000

0.10%

COFU

80.44

0.41%

USD/IDR

14,945

-0.10%

Fokus Crude Oil:

  • IEA peringatkan kenaikan harga minyak di tengah tekanan inflasi akibat pemangkasan lebih lanjut OPEC+.
  • Arab Saudi berpotensi naikkan harga jual minyak untuk pengiriman bulan Mei tujuan Asia, kata 5 sumber Kilang Asia.

***************************************************************

Selasa, 04 April 2023 - Pengumuman dari OPEC+ yang mengguncang pasar pada awal pekan masih terasa efeknya hingga pagi ini, di mana harga minyak terpantau masih bertahan pada tren bullish dengan didukung oleh beberapa sentimen positif lain seperti komentar IEA, potensi kenaikan harga jual minyak Saudi bulan Mei, dan eskalasi tensi di Ukraina.

OPEC dan sekutunya yang pada hari Minggu mengumumkan rencana untuk menambah kuota produksi yang dipangkas lebih lanjut sebesar 1.66 juta bph memberikan kejutan yang cukup besar di pasar, namun tindakan tersebut dipandang akan berisiko memperburuk ketegangan di pasar energi, serta mendorong kenaikan harga minyak di tengah tekanan inflasi, ujar International Energy Agency (IEA) pada hari Senin. Selain itu, IEA juga menambahkan bahwa pasar minyak global telah bersiap untuk mengetat pada paruh kedua tahun 2023, dengan potensi munculnya defisit pasokan yang substansial.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Arab Saudi berpotensi menaikkan harga minyak mentah untuk Asia pada bulan Mei pasca OPEC+ mengumumkan pengurangan produksi tambahan untuk menopang pasar dan ditambah permintaan China yang diperkirakan akan meningkat pada kuartal kedua karena berakhirnya masa pemeliharaan kilang. Lima sumber kilang Asia yang disurvei oleh Reuters pada hari Senin memperkirakan kenaikan harga minyak Aramco sekitar 20 sen menjadi $2.7 per barel, yang sekaligus menadai kenaikan selama tiga bulan berturut-turut. Selain itu, harga jual Aramco biasanya menjadi tren harga bagi produsen Timur Tengah lainnya seperti Iran, Irak, dan Kuwait, yang ketiganya berkontribusi terhadap 9 juta bph.

Sentimen positif lain datang dari memuncaknya konflik di Eropa timur setelah Rusia mengirimkan 17 drone Shahed buatan Iran yang menargetkan Ukraina, ujar komando Angkatan Udara Ukraina pada Selasa pagi, dengan sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan 14 drone.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Senin mengatakan bahwa tindakan OPEC+ untuk melakukan pemangkasan tambahan adalah tindakan yang tidak konstruktif dan akan menambah ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi global serta membebani konsumen karena inflasi yang tinggi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Factory Orders MoM

 

-0.5%

-1.6%

21:00

USA - JOLTs Job Openings

 

10.49M

10.82M

21:00

USA - IBD/TIPP Economic Optimism

 

47.2

46.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788