| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16090 | 0.19% |
GBPUSD | 1.37260 | 0.21% |
AUDUSD | 0.74110 | 0.35% |
NZDUSD | 0.70830 | 0.42% |
USDJPY | 114.310 | -0.11% |
USDCHF | 0.92370 | -0.14% |
USDCAD | 1.23760 | -0.17% |
GOLDUD | 1764.734 | 0.39% |
COFR | 1146199 | 0.10% |
USD/IDR | 14050 | 0.18% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 19 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh meningkatnya desakan agar OPEC+ segera menambah lebih banyak pasokan guna meredam lonjakan harga. Meski demikian, produksi OPEC+ bulan September yang lebih rendah dari target, memicu kekhawatiran akan lebih ketatnya pasokan minyak global, yang membatasi harga turun lebih lanjut.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada hari Senin mengatakan akan bergabung dengan International Energy Agency (IEA) untuk mendesak Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan produsen minyak utama lainnya untuk meningkatkan produksi serta mengambil langkah-langkah untuk meredam dampak lonjakan biaya energi baru-baru ini terhadap industri dalam negeri. Kishida juga memperingatkan potensi gangguan terhadap pemulihan di negara ekonomi terbesar ketiga dunia itu apabila harga minyak mentah terus naik dan mata uang yen terus jatuh. Jepang sendiri merupakan konsumen minyak terbesar kelima dunia sekaligus importir terbesar keempat dunia.
Senada dengan Jepang, AS juga terus berupaya mendorong OPEC untuk segera menambah lebih banyak pasokan minyak seiring dengan terus meningkatnya harga bahan bakar di AS, ungkap juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki pada hari Senin. Di samping itu, dalam acara 'India Energy Forum' oleh CERAWeek dijadwalkan akan dimulai pada hari Rabu ini, India mengatakan akan mengulangi seruan agar negara produsen minyak meningkatkan produksi guna menurunkan harga minyak dunia, ungkap pejabat tinggi pemerintah pada hari Senin.
Sementara itu, produsen OPEC+ memangkas produksinya 15% lebih dalam pada bulan September, dibandingkan dengan 16% pada bulan Agustus, ungkap delegasi yang mengetahui masalah itu. Gangguan produksi yang dialami oleh beberapa anggota seperti Angola, Nigeria, dan Azerbaijan, menjadi salah satu faktor yang memicu produksi OPEC+ lebih rendah dari target yang disepakati, ungkap sumber yang sama. OPEC dan sekutunya dijadwalkan akan bertemu kembali pada 4 November nanti, dimana OPEC+ kemungkinan besar akan menghadapi tekanan politik dari negara konsumen apabila harga minyak masih tinggi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,130,000 - 1,110,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Building Permits | - | 1.67M | 1.72M | |||||
19:30 | USA - Housing Starts | - | 1.61M | 1.62M | |||||