| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07880 | 0.06% |
GBPUSD | 1.22880 | 0.02% |
AUDUSD | 0.69870 | 0.11% |
NZDUSD | 0.63770 | 1.22% |
USDJPY | 128.090 | 0.34% |
USDCHF | 0.92170 | -0.08% |
USDCAD | 1.33850 | 0.04% |
GOLDUD | 1,909.100 | 0.00% |
COFU | 81.34 | -0.17% |
USD/IDR | 15,175 | 0.00% |
Rabu, 18 Januari 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali menguat di dukung oleh sentimen positif dari pernyataan OPEC. Selain itu, penangguhan sementara ekspor minyak Venezuela dan potensi penurunan output minyak Rusia pada kuartal pertama tahun ini turut memberikan dukungan pada harga minyak.
OPEC mengharapkan pasokan dan permintaan minyak global akan menjadi seimbang pada kuartal pertama 2023, karena aliansi optimis akan prospek ekonomi, kata Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al-Ghais pada hari Selasa dalam World Economic Forum di Davos. Untuk mencapai hal tersebut, OPEC dan sekutunya perlu memasok rata-rata 28.85 juta bph dalam tiga bulan pertama tahun ini, atau kira-kira 120 ribu bph lebih rendah dari output sebelumnya. Al-Ghais juga menambahkan bahwa aliansi 23 negara produsen itu dijadwalkan akan bertemu pada 1 Februari untuk menilai kondisi pasar, dan masih terlalu dini untuk mengatakan kebijakan apa yang mungkin akan diputuskan nanti.
Masih dari OPEC, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Selasa, permintaan minyak China akan pulih tahun ini, dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 510 ribu bph, yang dipicu oleh perubahan besar-besaran dalam kebijakan Covid negara itu. Selain itu, permintaan minyak secara global diperkirakan akan naik sebesar 2.22 juta bph, atau sekitar 2.2 persen, menjadi rata-rata 101.77 juta bph.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA dilaporkan telah menangguhkan sebagian besar kontrak ekspor minyak guna ditinjau kembali untuk menghindari gagal bayar. Pada 17 Januari, sebagian besar tempat berlabuh di terminal minyak utama Venezuela, pelabuhan Jose, kosong dan lebih dari selusin kapal berada di area pelabuhan menunggu instruksi. Di terminal lain, transfer dari kapal ke kapal dihentikan dan beberapa pelanggan diinstruksikan untuk membayar kargo sepenuhnya sebelum pengiriman, ungkap sumber dari pelabuhan.
Sentimen positif lainnya datang dari potensi embargo Barat yang menargetkan produk turunan minyak Rusia pada bulan Februari nanti akan memberikan dampak yang lebih signifikan dibanding embargo saat ini terhadap minyak mentahnya, ungkap sumber senior Rusia pada hari Selasa. Gabungan dari dua embargo tersebut diperkirakan akan mengurangi produksi minyak Rusia dan total ekspor sebesar 1 juta bph pada akhir kuartal pertama tahun ini.
Sementara itu, output minyak di lokasi produksi serpih utama AS diproyeksikan akan naik sekitar 77,300 bph ke rekor 9.38 juta bph pada bulan Februari, ungkap laporan produktivitas yang dirilis hari Selasa oleh Energy Information Administration (EIA).
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Producer Price Index (PPI) MoM |
| -0.1% | 0.3% |
20:30 | USA - Retail Sales MoM |
| -0.8% | -0.6% |
21:15 | USA - Industrial Production MoM |
| -0.1% | -0.2% |
21:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| -0.3% | -0.6% |
22:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.4% | 0.3% |
22:00 | USA - NAHB Housing Market Index |
| 31 | 31 |