Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Terangkat Didukung Pernyataan WHO Serta Kebuntuan Negosiasi Nuklir
Minyak Kembali Terangkat Didukung Pernyataan WHO Serta Kebuntuan Negosiasi Nuklir
Friday, 10 December 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.12920

0.04%

GBPUSD

1.32190

0.08%

AUDUSD

0.71480

0.07%

NZDUSD

0.67910

0.10%

USDJPY

113.500

0.00%

USDCHF

0.92340

0.00%

USDCAD

1.27130

-0.09%

GOLDUD

1774.560

0.25%

COFR

1014965

0.44%

USD/IDR

14360

0.14%

Fokus Crude Oil:

  1. Dua grup pengembang properti di China diturunkan peringkatnya pasca kegagalan pembayaran obligasi.
  2. Meski meningkat 255% dalam 7 hari terakhir, namun hanya 6% dari tempat tidur di RS Afrika Selatan ditempati pasien, ungkap WHO.


Jumat, 10 Desember 2021 - Setelah ditutup bearish pada perdagangan semalam akibat kekhawatiran akan menurunnya permintaan minyak oleh China, pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau mengalami koreksi menguat didukung oleh meningkatnya keyakinan bahwa dampak varian Omicron tidak akan seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu, sinyal kebuntuan negosiasi nuklir Iran turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.

Kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi China berpotensi mempengaruhi laju permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar dunia itu. Lembaga pemberi peringkat, Fitch pada hari Kamis menurunkan peringkat atas dua grup pengembang properti asal China yakni Evergrande Group dan Kaisa Group menjadi status "restricted default", yang dipicu oleh kegagalan pembayaran obligasi luar negeri mereka.

Sementara itu, menyusul berita sebelumnya bahwa dosis ketiga vaksin Pfizer efektif melindungi terhadap varian Omicron, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis melaporkan peningkatan infeksi di Afrika Selatan sebesar 255% dalam tujuh hari terakhir, namun WHO juga menambahkan bahwa hanya 6% dari tempat tidur perawatan intensif yang ditempati oleh pasien Covid-19. Pernyataan WHO tersebut semakin meredakan kekhawatiran pasar akan dampak dari varian Omicron.

Turut mendukung pergerakan harga minyak, AS dan Israel berupaya meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui agenda latihan militer bersama yang menargetkan failitas nuklir Iran pasca negosiasi nuklir tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Di saat yang sama, juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis mengatakan akan mengirimkan delegasi senior ke Uni Emirat Arab minggu depan untuk membahas upaya pemberian sanksi ekonomi yang lebih berat pada Iran. Perkembangan situasi tersebut mengindikasikan berkurangnya potensi tambahan pasokan minyak dari Iran dalam waktu dekat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,030,000 - 1,050,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,000,000 - 980,000 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - CPI MoM

 

0.7%

0.9%

20:30

USA - Core CPI MoM

 

0.5%

0.6%

22:00

USA - Prelim UoM Consumer Sentiment

 

67.9

67.4

22:00

USA - Prelim UoM Inflation Expectations

 

N/A

4.9%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788