Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Menguat Dipicu Isyarat Iran Terapkan Biaya Khusus Selat Hormuz
Minyak Kembali Menguat Dipicu Isyarat Iran Terapkan Biaya Khusus Selat Hormuz
Monday, 06 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1438

-0.03%

GBPUSD

1.3340

0.05%

AUDUSD

0.6931

0.04%

NZDUSD

0.5702

-0.19%

USDJPY

161.25

0.29%

USDCHF

0.8025

0.20%

USDCAD

1.4191

0.11%

GOLDUD

4,180.34

0.39%

COFU

68.68

0.26%

USD/IDR

17,955

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran menjanjikan biaya khusus terkait Selat Hormuz bagi negara-negara yang mendukung Iran selama konflik baru-baru ini.
  • Tujuh anggota utama OPEC+ menyepakati peningkatan produksi bulan Agustus sebesar 188.000 bph, ungkap pernyataan resmi hari Minggu.

************************************************************

Senin, 06 Juli 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh pernyataan Iran untuk memberikan layanan khusus bagi negara-negara sahabat Teheran terkait Selat Hormuz, dan serangan terbaru terhadap kapal kargo di Laut Merah. Meski demikian, keputusan OPEC+ untuk meningkatkan output di tengah kembali pulihnya arus pengiriman via Selat Hormuz menjadi katalis yang menekan laju minyak lebih lanjut.

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli pada hari Sabtu mengatakan sedang bekerja sama dan berkolaborasi dengan Oman mengenai pengaturan terkait biaya layanan baru bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Selain itu, Fazli juga menjanjikan perlakuan khusus bagi negara-negara yang mendukung Iran selama konflik baru-baru ini. Di hari yang sama, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran tidak akan memasuki pembicaraan dengan AS mengenai kesepakatan akhir sampai setiap klausul MoU dilaksanakan, termasuk penghentian permusuhan di Lebanon dan pelepasan dana Iran yang dibekukan.

Dukungan lainnya datang dari berita serangan terhadap sebuah kapal kargo pada hari Minggu di lepas pantai Yaman di Laut Merah, ungkap militer Inggris. Serangan itu tepatnya terjadi di barat daya kota Hodeida, yang berada di bawah kendali Houthi yang didukung Iran, dan sekaligus menandai serangan terbaru di lepas pantai Arab.

Sementara itu, tujuh anggota utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, sepakat akan secara kolektif menambah produksi sebesar 188.000 bph pada bulan Agustus, sekaligus menandai bulan ketiga berturut-turut di mana mereka akan meningkatkan produksinya pada tingkat yang sama, kata kelompok aliansi itu dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. OPEC+ mengatakan keputusan tersebut sejalan dengan komitmennya untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas di pasar minyak. Ketujuh negara tersebut dijadwalkan akan bertemu kembali pada tanggal 2 Agustus.

Masih dari Timur Tengah, ekspor minyak negara Teluk melonjak naik lebih dari 3 juta bph dari bulan Mei hingga melebihi 10 juta bph didukung oleh militer AS yang membantu menjaga aliran minyak melalui Selat Hormuz, ungkap data pelacakan kapal. Lonjakan terbesar dipimpin oleh UEA yang mengekspor sekitar 3,7 juta hingga 3,8 juta bph pada bulan Juni, atau naik lebih dari 1 juta bph dari level bulan Mei, menurut data Kpler, Vortexa, dan LSEG.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

51.3

50.7

21:00

USA - ISM Services PMI

 

54.2

54.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788