Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Menguat Didukung Sinyal Eskalasi Lebih Lanjut Konflik Ukraina
Minyak Kembali Menguat Didukung Sinyal Eskalasi Lebih Lanjut Konflik Ukraina
Wednesday, 19 October 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

0.98570

0.02%

GBPUSD

1.13180

0.16%

AUDUSD

0.63090

0.14%

NZDUSD

0.56830

0.21%

USDJPY

149.260

-0.02%

USDCHF

0.99410

-0.01%

USDCAD

1.37380

-0.01%

GOLDUD

1,652.100

0.00%

COFU

82.91

0.41%

USD/IDR

15,465

0.10%

Fokus Crude Oil:

  1. Iran setuju kirim lebih banyak rudal dan drone ke Rusia.
  2. AS, Inggris dan Prancis menuding Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
  3. Biden berencana kembali rilis tambahan minyak sebesar 15 juta barel dari Cadangan Darurat pada bulan Desember.

***************************************************************

Rabu, 19 Oktober 2022 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi menguat didukung oleh sinyal eskalasi konflik Ukraina serta laporan stok minyak API. Meski demikian, rencana perilisan tambahan minyak oleh AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Konflik Ukraina berpotensi semakin meningkat pasca Iran menyatakan setuju untuk mengirimkan lebih banyak rudal dan drone untuk Rusia, ungkap dua pejabat senior dan dua diplomat Iran pada hari Selasa. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dibuat saat kunjungan Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber, dua pejabat senior dari Pengawal Revolusi Iran dan seorang pejabat dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran ke Rusia pada 6 Oktober lalu.

Menanggapi pernyataan dari Iran tersebut, AS, Inggris dan Prancis berencana membahas dalam pertemuan hari Rabu dengan Dewan Keamanan PBB, karena langkah Iran tersebut dituding telah melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, ungkap para diplomat dari ketiga negara pada hari Selasa. Secara terpisah, Ukraina mengundang para ahli PBB untuk memeriksa drone yang disebut berasal dari Iran dan digunakan Rusia dalam serangan hari Senin yang menghantam infrastruktur energi dan menewaskan lima orang di ibu kota Kyiv.

Sentimen positif juga datang dari persediaan minyak mentah AS dalam sepekan yang turun sebesar 1.27 juta barel, di luar dugaan sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1.55 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 14 Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Sementara itu, Presiden Joe Biden berencana untuk kembali merilis tambahan minyak sebesar 15 juta barel dari Cadangan Darurat pada bulan Desember mendatang sebagai upaya untuk menstabilkan harga bahan bakar di pasar domestik, ungkap sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre pada hari Selasa. Sebelumnya pada awal bulan, Biden telah mengumumkan perilisan tambahan sebesar 10 juta barel yang akan dilakukan pada bulan November. Jean-Pierre juga menambahkan bahwa Biden akan mengumumkan secara resmi rencana tersebut pada hari Rabu, termasuk rencana pembelian minyak dari pasar jika harga menyentuh level $67 dan $72 per barel. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

11.900M

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

1.380M

9.880M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.114M

2.023M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788