| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08420 | -0.14% |
GBPUSD | 1.23110 | -0.11% |
AUDUSD | 0.66800 | -0.13% |
NZDUSD | 0.62240 | -0.29% |
USDJPY | 132.840 | -0.17% |
USDCHF | 0.91850 | 0.09% |
USDCAD | 1.35560 | 0.15% |
GOLDUD | 1,962.100 | -0.11% |
COFU | 72.98 | -0.27% |
USD/IDR | 15,065 | 0.03% |
Kamis, 30 Maret 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh potensi peningkatan produksi Rusia pasca penandatanganan kesepakatan penjualan baru dengan India, dan keputusan pemerintahan Biden untuk melelang hak pengeboran minyak di Teluk Meksiko, yang merupakan salah satu wilayah pengeboran dengan luas terbesar di AS.
Produsen minyak terbesar Rusia Rosneft dan penyulingan India Indian Oil Corp telah menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan pasokan minyak serta mendiversifikasi mutu minyak yang akan dikirim ke India, kata Rosneft pada hari Rabu. Kedua pihak juga sepakat untuk memperluas kerja sama di seluruh mata rantai sektor energi, termasuk kemungkinan melakukan pembayaran dalam mata uang nasional, tambahnya.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, Departemen Dalam Negeri AS pada hari Rabu melelang hak pengeboran minyak untuk wilayah seluas 73 juta hektar yang berlokasi di Teluk Meksiko. Pelelangan tersebut menyusul sebelumnya proyek eksplorasi Arktik, mengisyaratkan potensi peningkatan produksi minyak AS di masa mendatang.
Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun drastis sebesar 7.49 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok minyak akan turun sebesar 92 ribu barel. Untuk stok bensin juga mengalami penurunan sebesar 2.90 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1.62 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan minyak dan bahan bakar di AS yang sedang menguat.
Sentimen positif lainnya datang dari pembicaraan antara Turki, Irak dan Kurdistan terkait kelanjutan ekspor yang masih belum mencapai titik temu, dan berpotensi memaksa semakin banyak produsen minyak yang menutup operasinya di Kurdistan. Perusahaan minyak Norwegia DNO pada hari Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah mulai menghentikan produksi di ladang Tawke dan Peshkabir, yang rata-rata produksi mencapai 107 ribu bph tahun lalu, setara dengan seperempat dari total ekspor minyak dari wilayah Kurdistan, kata DNO. Produsen lainnya seperti Gulf Keystone dan HKN Energy mengisyaratkan penutupan dalam minggu ini apabila belum ada resolusi karena fasilitas penyimpanan mereka telah mendekati kapasitas penuh.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Final GDP QoQ |
| 2.7% | 3.2% |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1697K | 1694K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 196K | 191K |