Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Ikut Membara Dipicu Gangguan Produksi Kanada Akibat Kebakaran
Minyak Ikut Membara Dipicu Gangguan Produksi Kanada Akibat Kebakaran
Tuesday, 09 May 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10040

-0.17%

GBPUSD

1.26170

-0.07%

AUDUSD

0.67820

-0.10%

NZDUSD

0.63430

-0.22%

USDJPY

135.080

0.02%

USDCHF

0.88930

0.11%

USDCAD

1.33700

-0.05%

GOLDUD

2,021.990

0.05%

COFU

72.84

0.18%

USD/IDR

14,745

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • Lebih dari 3% produksi energi Kanada ditutup akibat kebakaran hutan di Alberta. 
  • Yellen menghubungi langsung CEO bisnis dan keuangan di AS untuk menjelaskan situasi utang AS.

***************************************************************

Selasa, 09 Mei 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau berada pada tren bullish didukung oleh sentimen dari gangguan produksi di Kanada akibat kebakaran, dan kekhawatiran akan keamanan jalur Laut Hitam kedepannya pasca penghentian kesepakatan ekspor oleh Rusia. Meski demikian, kecemasan akan situasi keuangan AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Provinsi penghasil minyak utama Kanada Alberta pada hari Sabtu mengumumkan keadaan darurat provinsi karena kebakaran hutan, memaksa penutupan untuk setidaknya 280 ribu bph, atau lebih dari 3% produksi negara itu. Hingga Senin sore, 98 kebakaran hutan masih aktif, dengan hampir 30 diklasifikasikan sebagai tidak terkendali. Cuaca yang lebih dingin di Alberta pada hari Senin membantu petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan kebakaran hutan yang meluas, tetapi pemerintah mengatakan perlu waktu berbulan-bulan sebelum semua kobaran api dapat dikendalikan.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Kementerian Rekonstruksi Ukraina pada hari Senin mengatakan bahwa Rusia telah secara efektif menghentikan kesepakatan ekspor biji-bijian laut Hitam dengan menolak mendaftarkan kapal yang masuk. Sebanyak 90 kapal, termasuk 62 kapal untuk memuat, sedang menunggu persetujuan di perairan teritorial Turki untuk menuju ke pelabuhan Ukraina. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan keamanan di jalur pelayaran utama yang menghubungkan Eropa dan Asia kedepannya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Janet Yellen menghubungi para pemimpin bisnis dan keuangan AS untuk menjelaskan dampak "malapetaka" jika AS gagal membayar utangnya terhadap ekonomi AS dan global, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Senin. Pada pekan lalu, Yellen telah memperingatkan bahwa Departemen Keuangan kemungkinan tidak akan mampu membayar semua tagihan pemerintah paling cepat 1 Juni tanpa adanya kenaikan batas utang federal. Keseriusan situasi keuangan AS saat ini juga terlihat dari keputusan Yellen untuk menunda perjalanan yang direncanakan ke Jepang untuk pertemuan para menteri keuangan G7 pada minggu ini.

Masih dari AS, survei terbaru The Fed menunjukkan kondisi kredit untuk bisnis dan rumah tangga AS terus mengetat di bulan-bulan pertama tahun ini, namun situasi ini diperkirakan akibat dari kebijakan peningkatan suku bunga secara agresif oleh Fed. Meskipun bukan disebabkan oleh kekhawatiran di sektor perbankan pasca keruntuhan Silicon Valley Bank pada bulan Maret, The Fed mengisyaratkan tidak ingin situasi pengetatan kredit ini terlalu jauh karena dapat mendorong terjadinya resesi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

89.6

90.1

21:00

USA - IBD/TIPP Economic Optimism

 

48.2

47.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788