| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09710 | 0.15% |
GBPUSD | 1.24960 | -0.04% |
AUDUSD | 0.66330 | -0.05% |
NZDUSD | 0.61650 | -0.08% |
USDJPY | 137.480 | 0.03% |
USDCHF | 0.89540 | 0.07% |
USDCAD | 1.35440 | 0.04% |
GOLDUD | 1,982.750 | -0.14% |
COFU | 75.76 | -0.12% |
USD/IDR | 14,620 | 0.41% |
Selasa, 02 Mei 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan dibebani oleh sentimen pasca rilisnya data negatif aktivitas ekonomi terbaru China serta potensi peningkatan kembali suku bunga AS. Meski demikian, sinyal eskalasi ketegangan geopolitik di Eropa timur dan Afrika membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Aktivitas manufaktur China secara tak terduga menyusut pada bulan April ke level 49.2, dari sebelumnya di level 51.9 pada bulan Maret, yang sekaligus menandai kontraksi pertama sejak Desember, ungkap data resmi terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Minggu. Dari sisi non-manufaktur juga mengalami penurunan menjadi 56.4 dari sebelumnya 58.2 di bulan Maret. Data ekonomi terbaru China tersebut menjadi katalis negatif yang membebani terutama di sisi permintaan minyak mentah.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam pertemuan yang berlangsung hari Selasa dan Rabu, diperkirakan The Fed akan menaikkan kembali suku bunga AS sebesar 25 basis poin. Naiknya suku bunga biasanya akan turut berdampak pada penurunan permintaan minyak dan bahan bakar. Di samping itu, pasar AS sendiri masih dibayangi kecemasan di sektor perbankan, terlebih dengan penyitaan aset First Republic Bank oleh regulator AS untuk dijual kepada JPMorgan pada hari Senin.
Sementara itu, serangan drone dari Ukraina menyebabkan kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar Rusia di pelabuhan Krimea Sevastopol pada Sabtu pagi, ungkap Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhaev. Akibat dari kebakaran tersebut juga ikut menghancurkan lebih dari 10 tangki minyak dengan kapasitas sekitar 40,000 ton. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik lebih lanjut di wilayah Eropa timur tersebut.
Ketegangan geopolitik juga terjadi di Sudan, yang telah memasuki minggu ketiga konflik dan terus menunjukkan potensi eskalasi tensi lebih lanjut. Pejabat PBB Raouf Mazou pada hari Senin memperingatkan bahwa konflik di Sudan dapat memaksa 800,000 orang meninggalkan negara itu.
Untuk indikator yang dipantau pasar dalam waktu dekat untuk melihat gambaran permintaan adalah laporan mingguan pasar energi AS yang akan dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) pada pukul 16.30 EDT hari Selasa, dan disusul oleh laporan versi pemerintah dari Energy Information Administration (EIA), bagian statistik dari Departemen Energi AS, pada pukul 10.30 EDT hari Rabu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| 1.1% | -0.7% |
21:00 | USA - JOLTs Job Openings |
| 9.775M | 9.931M |
21:00 | USA - Total Vehicle Sales |
| 15.1M | 14.8M |