| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0661 | 0.36% |
GBPUSD | 1.2053 | 0.05% |
AUDUSD | 0.6770 | 0.10% |
NZDUSD | 0.6341 | 0.02% |
USDJPY | 131.10 | -0.26% |
USDCHF | 0.9228 | -0.31% |
USDCAD | 1.3545 | -0.24% |
GOLDUD | 1823.8 | 0.00% |
USD/IDR | 15584 | -0.22% |
Senin, 2 Januari 2023 – Pergerakan minyak mentah pada penutupan perdagangan Jumat bergerak naik ke level $80.26 per barel. Sentimen positif yang mendukung pasar minyak antara lain meningkatnya kekhawatiran pasokan minyak dari Rusia serta harapan naiknya permintaan dari China terkait pembukaan wilayah.
Dalam berita yang beredar, fokus pelaku pasar pada meningkatnya kekhawatiran pasokan yang disebabkan oleh penghentian pasokan minyak dari Rusia. Ancaman larangan pasokan minyak datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pengumuman pembatasan harga oleh negara-negara G7 dan Uni Eropa telah memicu risiko permintaan dan pasokan ke depan. Pada perdagangan lalu, Pembatasan harga minyak Rusia dilakukan karena negara-negara Barat ingin memperkecil dana yang disalurkan untuk kebutuhan senjata dan amunisi dalam perang melawan Ukraina.
Turut mendukung harga minyak lebih lanjut, optimisme dari permintaan minyak di Tiongkok kembali ke jalurnya setelah pihak China mengatakan akan berhenti mewajibkan pelancong yang masuk untuk karantina mulai 8 Januari, hal ini merupakan perubahan kebijakan yang tiba-tiba dengan melakukan rencana pembukaan wilayah untuk mendukung ekonominya yang terpukul di jalur untuk dibuka kembali sepenuhnya tahun ini, meskipun Spanyol dan Malaysia pada hari Jumat bergabung dengan negara-negara yang memberlakukan atau mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan pada pelancong dari China.
Sementara itu minyak turut mendapat sentimen negatif karena pelaku pasar masih dibayangi ancaman resesi akibat tren kenaikan suku bunga acuan oleh para bank sentral di dunia dan jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang agresif. Kenaikan suku bunga membuat biaya modal dari hutang akan meningkat sehingga kemungkinan membuat roda ekonomi terhenti sehingga resesi pun menghantui. Pada saat kondisi tersebut, pelaku pasar menilai permintaan pada minyak mentah dapat menyusut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78.90 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
All Day | USD - Bank Holiday | - | - | - | |||||