| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1702 | -0.10% |
GBPUSD | 1.3433 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7080 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5862 | -0.17% |
USDJPY | 158.95 | 0.09% |
USDCHF | 0.7904 | 0.05% |
USDCAD | 1.3844 | -0.15% |
GOLDUD | 4,772.62 | 0.04% |
COFU | 98.23 | 0.41% |
USD/IDR | 17,030 | 0.18% |
Jumat, 10 April 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak masih melanjutkan tren bullish didukung oleh keraguan menjelang pertemuan langsung AS - Iran. Selain itu, gangguan pasokan minyak di Arab Saudi, dan rilisnya data ekonomi terbaru China yang positif, turut menjadi katalis yang mendukung laju bullish harga minyak.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis malam menuduh bahwa Iran telah melanggar janjinya dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz, karena hingga 24 jam pertama gencatan senjata, hanya satu kapal tanker produk minyak dan lima kapal pengangkut barang curah kering yang melewati selat tersebut. Trump juga mengatakan bahwa Teheran seharusnya tidak memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Tuduhan Trump tersebut memicu pesimisme akan arah putaran pertama pembicaraan langsung AS-Iran yang dijadwalkan pada hari Sabtu.
Turut menambah kekhawatiran atas pasokan global, Arab Saudi melaporkan kehilangan lebih dari 600.000 barel minyak per hari akibat serangan rudal dan drone yang merusak ladang minyak, kilang minyak, dan fasilitas petrokimia. Selain itu, mengutip dari kantor berita resmi negara SPA, sebesar 700.000 barel minyak lainnya juga terhambat karena kerusakan Pipa Timur-Barat pasca serangan udara baru-baru ini.
Dukungan lainnya datang dari data ekonomi terbaru China yang menunjukkan harga di tingkat produsen pada bulan Maret naik sebesar 0,5% dibandingkan tahun lalu, kenaikan tersebut sekaligus menandai kenaikan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, ungkap data resmi Biro Statistik Nasional yang dirilis pada hari Jumat. Untuk harga di tingkat konsumen juga dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1% secara tahunan, yang menunjukkan inflasi konsumen melambat pada bulan Maret. Rilisnya data positif ekonomi China tersebut memicu harapan akan turut berdampak positif pada permintaan energi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengatakan telah menginstruksikan kabinetnya untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka akan menyelenggarakan pertemuan di Washington minggu depan untuk membahas negosiasi antara Israel dan Lebanon.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $101 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $96 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.9% | 0.3% |
19:30 | USA - CPI |
| 330.41 | 326.79 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 52 | 53.3 |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| -0.2% | 0.1% |