| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06980 | -0.08% |
GBPUSD | 1.25910 | -0.09% |
AUDUSD | 0.72350 | -0.11% |
NZDUSD | 0.64890 | -0.18% |
USDJPY | 132.560 | 0.35% |
USDCHF | 0.97290 | 0.11% |
USDCAD | 1.25300 | 0.02% |
GOLDUD | 1851.000 | -0.16% |
COFU | 119.79 | -0.15% |
USD/IDR | 14455 | 0.05% |
Rabu, 08 Juni 2022 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan pasca rilisnya laporan API serta perilisan kuota ekspor bahan bakar terbaru China. Selain itu, sinyal peningkatan ekspor minyak Rusia juga ikut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin di AS dalam sepekan melonjak naik masing-masing sebesar 1.85 juta barel dan 1.82 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Untuk angka resmi versi pemerintah akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Turut membebani pergerakan harga minyak, Pemerintah China pada hari Selasa merilis kuota ekspor bahan bakar tahap pertama yang bertujuan untuk mengurangi persediaan domestik yang tinggi akibat penguncian yang dimulai pada bulan Maret lalu. Kuota ekspor tahap pertama tersebut sebesar 4.5 juta ton, yang sekaligus menambah total kuota ekspor bahan bakar tahun ini naik menjadi 17.5 juta ton. Meski demikian, kuota tersebut masih jauh lebih rendah dari kuota edisi pertama yang dialokasikan pada 2021 di 29.5 juta ton. Bahan bakar yang termasuk dalam kuota ini antara lain bahan bakar transportasi solar, bensin dan avtur.
Dari Rusia, ekspor minyak dari pelabuhan timur utama Kozmino meningkat sebesar 150 ribu bph seiring dengan lonjakan permintaan dari pembeli Asia, ungkap tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Dua sumber lainnya mengatakan ekspor minyak Rusia melalui Kozmino berpotensi meningkat hingga mencapai sekitar 900 ribu bph di bulan-bulan mendatang, atau naik dari rata-rata sekitar 750 ribu bph sepanjang tahun 2021.
Sementara itu, sanksi embargo atas impor minyak Rusia melalui laut yang disepakati oleh Uni Eropa (UE) diperkirakan akan menyebabkan penurunan 18% terhadap produksi minyak Rusia pada akhir tahun depan, ungkap EIA dalam laporan bulanan terbarunya. Produksi minyak Rusia pada kuartal akhir 2023 akan mencapai 9.3 juta barel atau turun dari 11.3 juta barel pada kuartal pertama tahun ini. EIA juga mengatakan kemungkinan penurunan produksi lebih lanjut akibat penerapan sanksi lainnya di masa mendatang, yang sekaligus menambah risiko kenaikan harga minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $125 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $115 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production |
|
| 11.9M |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stock Change |
| -1.917M | -5.068M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stock Change |
| 1.075M | -0.711M |