Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Tertekan Dibayangi Sejumlah Sentimen Negatif
Minyak Bergerak Tertekan Dibayangi Sejumlah Sentimen Negatif
Wednesday, 08 June 2022

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06980

-0.08%

GBPUSD

1.25910

-0.09%

AUDUSD

0.72350

-0.11%

NZDUSD

0.64890

-0.18%

USDJPY

132.560

0.35%

USDCHF

0.97290

0.11%

USDCAD

1.25300

0.02%

GOLDUD

1851.000

-0.16%

COFU

119.79

-0.15%

USD/IDR

14455

0.05%

Fokus Crude Oil:

  1. China tambah kuota ekspor bahan bakar tahap pertama guna mengurangi persediaan domestik.
  2. EIA proyeksikan penurunan produksi minyak Rusia sebesar 18% pada 2023 akibat sanksi UE.

***************************************************************

Rabu, 08 Juni 2022 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau bergerak tertekan pasca rilisnya laporan API serta perilisan kuota ekspor bahan bakar terbaru China. Selain itu, sinyal peningkatan ekspor minyak Rusia juga ikut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin di AS dalam sepekan melonjak naik masing-masing sebesar 1.85 juta barel dan 1.82 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Untuk angka resmi versi pemerintah akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Turut membebani pergerakan harga minyak, Pemerintah China pada hari Selasa merilis kuota ekspor bahan bakar tahap pertama yang bertujuan untuk mengurangi persediaan domestik yang tinggi akibat penguncian yang dimulai pada bulan Maret lalu. Kuota ekspor tahap pertama tersebut sebesar 4.5 juta ton, yang sekaligus menambah total kuota ekspor bahan bakar tahun ini naik menjadi 17.5 juta ton. Meski demikian, kuota tersebut masih jauh lebih rendah dari kuota edisi pertama yang dialokasikan pada 2021 di 29.5 juta ton. Bahan bakar yang termasuk dalam kuota ini antara lain bahan bakar transportasi solar, bensin dan avtur.

Dari Rusia, ekspor minyak dari pelabuhan timur utama Kozmino meningkat sebesar 150 ribu bph seiring dengan lonjakan permintaan dari pembeli Asia, ungkap tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Dua sumber lainnya mengatakan ekspor minyak Rusia melalui Kozmino berpotensi meningkat hingga mencapai sekitar 900 ribu bph di bulan-bulan mendatang, atau naik dari rata-rata sekitar 750 ribu bph sepanjang tahun 2021.

Sementara itu, sanksi embargo atas impor minyak Rusia melalui laut yang disepakati oleh Uni Eropa (UE) diperkirakan akan menyebabkan penurunan 18% terhadap produksi minyak Rusia pada akhir tahun depan, ungkap EIA dalam laporan bulanan terbarunya. Produksi minyak Rusia pada kuartal akhir 2023 akan mencapai 9.3 juta barel atau turun dari 11.3 juta barel pada kuartal pertama tahun ini. EIA juga mengatakan kemungkinan penurunan produksi lebih lanjut akibat penerapan sanksi lainnya di masa mendatang, yang sekaligus menambah risiko kenaikan harga minyak.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $125 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $115 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Domestic Production

 

 

11.9M

22:30

USA - EIA Crude Oil Stock Change

 

-1.917M

-5.068M

22:30

USA - EIA Gasoline Stock Change

 

1.075M

-0.711M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788