| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18600 | 0.03% |
GBPUSD | 1.38830 | 0.06% |
AUDUSD | 0.74740 | 0.20% |
NZDUSD | 0.69790 | 0.30% |
USDJPY | 110.380 | 0.03% |
USDCHF | 0.91490 | -0.03% |
USDCAD | 1.24520 | 0.01% |
GOLDUD | 1805.888 | 0.24% |
COFR | 1074126 | -0.01% |
USD/IDR | 14480 | 0.10% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 13 Juli 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi di kisaran harga IDR 1,072,000 - 1,077,000 per barel, dibebani oleh memburuknya penyebaran Covid-19 varian Delta di Asia yang memicu kekhawatiran pemulihan permintaan bahan bakar di negara pusat permintaan pasar energi global tersebut.
Indonesia pada hari Senin mencatatkan rekor kenaikan harian sebesar 40,427 kasus yang menjadikan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut menempati peringkat pertama negara dengan kasus Covid-19 tertinggi secara global. Korea Selatan pada hari Senin melaporkan kasus infeksi baru sebesar 1,150 kasus, yang sekaligus menandai kenaikan lebih dari 1,000 kasus selama 7 hari berturut-turut. Pihak berwenang Australia juga berencana memperpanjang periode penguncian setelah otoritas kesehatan melaporkan 112 kasus baru Covid-19 pada hari Senin, kenaikan harian terbesar di tahun ini. Malaysia dan Tokyo masih berada di tengah-tengah penguncian nasional, sementara Thailand baru saja meningkatkan pembatasan.
Turut menambah tekanan pada pasar minyak, Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS pada hari Senin memperingatkan risiko gangguan autoimun yang disebut Guillain-Barré syndrome (GBS) sebagai efek samping dari vaksin J&J. Pekan lalu, regulator Eropa juga merekomendasikan peringatan serupa untuk suntikan Covid-19 AstraZeneca, yang didasarkan pada teknologi serupa dengan vaksin Johnson & Johnson. Peringatan tersebut memicu kekhawatiran akan mempengaruhi program kampanye vaksin yang sedang dijalankan saat ini terutama di AS dan Eropa.
Sementara itu, indikator dalam waktu dekat yang dipantau oleh pasar adalah laporan mingguan stok minyak mentah dari grup industri American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis dini hari nanti, kemudian disusul oleh angka resmi dari badan statistik pemerintah pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,090,000 - 1,110,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index | - | - | 99.6 | |||||
19:30 | USA - Core Inflation Rate YoY | - | 4% | 3.8% | |||||
19:30 | USA - Inflation Rate YoY | - | 4.9% | 5% | |||||