Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Terkonsolidasi Dibayangi Kekhawatiran Permintaan
Minyak Bergerak Terkonsolidasi Dibayangi Kekhawatiran Permintaan
Friday, 06 August 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.18320

-0.10%

GBPUSD

1.39280

-0.09%

AUDUSD

0.74070

-0.35%

NZDUSD

0.70530

-0.14%

USDJPY

109.750

0.09%

USDCHF

0.90700

0.02%

USDCAD

1.25100

0.00%

GOLDUD

1804.000

-0.25%

COFR

991468

0.03%

USD/IDR

14340

0.21%

Fokus Crude Oil:

  1. AS laporkan rekor kasus baru Covid-19 capai level tertinggi enam bulan; kasus baru di China kembali capai jumlah harian tertinggi.
  2. Ebrahim Raisi resmi menjabat sebagai presiden baru Iran pada hari Kamis. 


Jumat, 06 Agustus 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh pembatasan baru di China akibat lonjakan Covid-19 yang berpotensi mengurangi permintaan minyak menjelang akhir perjalanan liburan musim panas. Meski demikian, kekhawatiran akan semakin meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Di China pada hari Jumat kembali melaporkan jumlah harian tertinggi kasus infeksi baru didorong oleh lonjakan infeksi lokal di provinsi Jiangsu timur dan kota Yangzhou. Komisi Kesehatan Nasional mengkonfirmasi 124 kasus baru per 5 Agustus, naik dari 85 sehari sebelumnya. Sejauh ini, setidaknya 46 kota di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut telah menyarankan untuk tidak bepergian, dan otoritas berwenang telah menangguhkan penerbangan serta menghentikan transportasi umum.

Kasus baru Covid-19 di AS, negara konsumen minyak terbesar dunia, telah naik ke level tertinggi enam bulan, dengan jumlah kasus tertinggi berasal dari Florida, Texas dan Louisiana. Dalam upaya meredam penyebaran tersebut, AS berencana untuk memberikan suntikan penguat kepada warga AS dengan sistem kekebalan yang terganggu, kata pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci, Kamis.

Sementara itu, Ebrahim Raisi pada hari Kamis resmi dilantik sebagai presiden baru Iran di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dengan Barat. Pasar fokus memantau langkah yang akan diambil oleh Raisi, yang dikenal anti-Barat, dalam kepemimpinannya nanti.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,010,000 - 1,030,000 per barel serta kisaran Support di IDR 970,000 - 950,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Non Farm Payrolls

-

870K

850K

19:30

USA - Unemployment Rate

-

5.7%

5.9%

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

-

0.8%

1.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788