| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.17700 | -0.05% |
GBPUSD | 1.37590 | -0.04% |
AUDUSD | 0.72750 | -0.21% |
NZDUSD | 0.69720 | -0.14% |
USDJPY | 109.980 | -0.01% |
USDCHF | 0.91360 | 0.07% |
USDCAD | 1.25900 | 0.18% |
GOLDUD | 1790.800 | -0.13% |
COFR | 979880 | -0.18% |
USD/IDR | 14410 | 0.08% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 26 Agustus 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak stabil didukung oleh laporan EIA yang mengindikasikan pertumbuhan positif permintaan bahan bakar. Meski demikian, memanasnya tensi antara AS dengan China, serta ancaman dari kasus Covid-19 menjadi katalis negatif yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu mengatakan bahwa persediaan minyak mentah pekan lalu turun untuk minggu ketiga berturut-turut sementara permintaan bahan bakar naik ke level tertinggi sejak Maret 2020. Dalam laporan mingguan EIA untuk pekan yang berakhir 20 Agustus menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 2.98 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2.68 juta barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 2.24 juta barel, melebihi prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 1.56 juta barel.
Sementara itu, Kathy Hochul yang resmi menggantikan Andrew Cuomo sebagai Gubernur baru New York, pada hari Rabu mengungkapkan orang yang meninggal di negara bagian itu karena Covid-19 ada 12,000 lebih banyak daripada yang dilaporkan sebelumnya oleh Cuomo. Dengan revisi tersebut, angka kematian di New York melonjak menjadi 55,400 kematian dan sekaligus memicu kekhawatiran bahwa kasus Covid-19 di AS lebih banyak dari yang dilaporkan saat ini.
Meningkatnya tensi antara China dengan AS juga turut membebani pasar minyak. China pada hari Rabu menuding AS melakukan upaya politisasi terkait laporan asal Covid-19 serta menyerukan WHO melakukan penyelidikan lebih lanjut. Aksi China tersebut menyusul sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki yang mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Presiden AS Joe Biden telah menerima salinan laporan rahasia pada hari Selasa mengenai temuan asal Covid-19.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ 2nd Est | - | 6.7% | 6.3% | |||||
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims | - | 2790K | 2820K | |||||
19:30 | USA - Initial Jobless Claims | - | 350K | 348K | |||||