| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13090 | -0.06% |
GBPUSD | 1.34340 | -0.01% |
AUDUSD | 0.72280 | -0.10% |
NZDUSD | 0.68070 | -0.16% |
USDJPY | 114.800 | 0.00% |
USDCHF | 0.91710 | 0.00% |
USDCAD | 1.28180 | 0.03% |
GOLDUD | 1805.210 | -0.03% |
COFR | 1082049 | -0.12% |
USD/IDR | 14230 | 0.14% |
Rabu, 29 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibayangi oleh beragam sinyal yang membuat pasar bersikap hati-hati. Katalis positif datang dari laporan stok minyak AS serta rencana penghentian ekspor minyak Meksiko. Meski demikian, potensi pembatasan serta penguncian baru akibat kian melonjaknya kasus Covid-19 memberikan tekanan yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3.09 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API). Laporan tersebut mengindikasikan permintaan positif akan minyak mentah di pasar AS. Sementara untuk angka resmi versi pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Turut mendukung harga minyak, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador pada hari Selasa secara resmi mengumumkan bahwa Meksiko berencana untuk mengakhiri ekspor minyak mentah secara total pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar domestik secara mencapai swasembada bahan bakar. Di hari yang sama, Octavio Romero, Chief Executive Officer dari perusahaan minyak negara Petróleos Mexicanos (Pemex) mengatakan akan mengurangi ekspor minyak secara bertahap mulai tahun 2022, dimana ekspor akan dikurangi menjadi 435,000 bph. Penghentian ekspor minyak Meksiko akan berdampak pada produksi minyak terutama dari kilang-kilang Asia yang berkontribusi terhadap lebih dari seperempat ekspor minyak Meksiko.
Sementara itu, ancaman penyebaran Covid-19 yang kian meluas secara global memicu kekhawatiran akan terjadinya penurunan permintaan bahan bakar karena pemberlakuan pembatasan dan penguncian kembali terutama di dua negara konsumen minyak terbesar dunia yaitu China dan AS. Otoritas kesehatan China melaporkan kenaikan kasus infeksi lokal untuk hari keempat yang dipicu oleh meluasnya wabah Xian. Di AS, melonjaknya kasus Covid-19 mendorong pembatalan perjalanan untuk penerbangan maupun kapal pesiar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,100,000 - 1,120,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,060,000 - 1,040,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Domestic Production |
| N/A | 11.6M | |||||
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -3.233M | -4.715M | |||||
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -0.031M | 5.533M | |||||