| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09330 | -0.15% |
GBPUSD | 1.30390 | -0.07% |
AUDUSD | 0.74340 | -0.03% |
NZDUSD | 0.68420 | -0.30% |
USDJPY | 124.050 | -0.06% |
USDCHF | 0.93020 | 0.01% |
USDCAD | 1.25700 | 0.00% |
GOLDUD | 1945.000 | 0.01% |
COFU | 98.40 | -2.91% |
USD/IDR | 14365 | 0.08% |
Senin, 11 April 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani banyak sentimen negatif antara lain dari laporan Baker Hughes, potensi dilanjutkannya kembali negosiasi nuklir Iran, serta sinyal diperpanjangnya penguncian di China.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak dalam sepekan melonjak naik sebesar 13 rig menjadi 546 rig, kenaikan terbesar dalam kurun waktu 7 minggu. Dari laporan Baker Hughes tersebut mengindikasikan potensi kenaikan produksi minyak AS di masa mendatang.
Sementara itu, menyusul penjatuhan sanksi terhadap 24 orang AS pada hari Sabtu, Iran melontarkan tuntutan baru ke AS sebagai syarat menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang terhenti setelah sebelas bulan negosiasi. Dalam tuntutan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian pada hari Minggu, Presiden AS Joe Biden diminta mengeluarkan perintah eksekutif untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Iran serta memberikan jaminan hukum yang disetujui Kongres AS bahwa AS tidak akan menjatuhkan sanksi baru, termasuk menerapkan kembali sanksi yang telah dicabut sebelumnya. Potensi dilanjutkannya kembali pembicaraan nuklir turut meningkatkan harapan bagi barel Iran untuk segera kembali ke pasar minyak global yang membebani pergerakan harga minyak.
Selain itu, tanda-tanda penguncian di Shanghai untuk diperpanjang semakin menguat pasca Pemerintah China berusaha meyakinkan bahwa pasokan makanan akan tetap aman selama penguncian dilakukan. Kementerian transportasi China pada hari Sabtu mengatakan saat ini sedang bekerja dengan departemen pemerintah lainnya untuk mengatasi masalah kemacetan pasokan yang terjadi saat ini. Potensi perpanjangan penguncian tersebut memicu kekhawatiran akan berdampak pada permintaan minyak dari negara importir minyak terbesar dunia, terlebih Shanghai berkontribusi terhadap 4% dari total permintaan minyak China.
Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Senin secara virtual, yang akan membahas terkait tuntutan AS agar India tidak lagi mengimpor produk energi Rusia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Fed Bostic Speech |
|
|
|
20:30 | USA - Fed Bowman Speech |
|
|
|
22:00 | USA - Consumer InflationExpectations |
| 6.2% | 6.0% |
23:40 | USA - Fed Evans Speech |
|
|
|