| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0960 | -0.08% |
GBPUSD | 1.2619 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6760 | -0.12% |
NZDUSD | 0.6332 | -0.06% |
USDJPY | 135.21 | 0.07% |
USDCHF | 0.8902 | 0.08% |
USDCAD | 1.3384 | 0.04% |
GOLDUD | 2033.39 | -0.17% |
COFU | 73.58 | -0.38% |
USD/IDR | 14750 | -0.03% |
Rabu, 10 Mei 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan pagi ini ke level $73.58 per barel setelah data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, sementara itu pelaku pasar mengantisipasi data inflasi utama AS yang akan dirilis pada perdagangan hari ini.
Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada awal pekan ditengah meredanya kekhawatiran krisis perbankan AS dan komentar pejabat The Fed yang mengatakan untuk masih terlalu dini pada kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni ke depan, tetapi akan bergantung pada data ekonomi kedepan sehingga siap untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter yang sesuai jika muncul risiko. Selain itu, Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan pemerintah berencana mulai membeli kembali minyak mentah untuk Cadangan Minyak Strategis (SPR) akhir tahun ini untuk mengisi ulang cadangan minyak darurat negara dan mengantisipasi permintaan musiman yang lebih tinggi setelah Presiden Joe Biden tahun lalu memerintahkan penjualan terbesar dari persediaan. Tetapi Data Institut Perminyakan Amerika menunjukkan bahwa persediaan A.S. tumbuh tak terduga 3,6 juta barel dalam sepekan hingga 5 Mei dibanding sebelumnya -3,9 juta barel. Angka tersebut, yang menandakan melemahnya permintaan A.S. sehingga menekan pergerakan harga minyak lebih lanjut. Namun, pasar juga mengawasi persediaan minyak yang akan dilaporkan oleh US Energy Information Administration (EIA)
Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang mendingin di China menghadirkan hambatan baru ke pasar minyak minggu ini, baru-baru inidata perdagangan menunjukkan bahwa pengiriman minyak ke importir minyak terbesar dunia merosot 16% pada bulan April. Pemulihan ekonomi pasca-COVID di negara itu sebagian besar tampaknya kehabisan tenaga di tengah sektor manufaktur dan properti yang lemah, yang membuat ekspektasi pasar apakah China akan mendorong pemulihan permintaan minyak pada tahun ini.
Pelaku pasar saat ini sedang menanti isyarat baru pada Indeks Harga Konsumen data inflasi akan dirilis pada hari Rabu. Pembacaan diharapkan menunjukkan bahwa inflasi sedikit mereda pada bulan April, tetapi masih jauh di atas target 2% Federal Reserve. Ekpektasi inflasi AS yang masih memanas terlebih lagi setelah data NFP menunjukan penguatan membuat ekspektasi pasar pada kebijakan The Fed untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk periode yang lebih lama. Hal ini kemungkinan dapat mendukung kinerja Greenback dan menekan pergerakan minyak
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70.00 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
3:30 | API Crude Oil Stock Change | 3.618M | -1.600M | -3.939M | |
19:30 | USD - CPI m/m | - | 0.4% | 0.1% | |
19:30 | USD - CPI y/y |
| - | 5.0% | 5.0% |
19:30 | USD - Core CPI m/m |
| - | 0.3% | 0.40% |
21:30 | EIA Crude Oil Stock | - | -0.917M | -1.28M | |