| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15570 | -0.03% |
GBPUSD | 1.36800 | -0.01% |
AUDUSD | 0.75040 | 0.09% |
NZDUSD | 0.71490 | 0.34% |
USDJPY | 113.970 | 0.14% |
USDCHF | 0.91560 | 0.04% |
USDCAD | 1.23920 | -0.10% |
GOLDUD | 1782.860 | 0.16% |
COFR | 1181211 | -0.06% |
USD/IDR | 14170 | 0.21% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 01 November 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh desakan dari AS, Jepang dan India agar OPEC+ dapat menambah lebih banyak pasokan ke pasar. Selain itu, langkah pemerintah China yang merilis cadangan bahan bakar untuk pasar domestik memicu spekulasi akan turunnya impor minyak oleh China. Meski demikian, sinyal OPEC+ untuk menahan laju produksi memberikan dukungan pada harga minyak dan membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Menteri Irak Ihsan Abdul Jabbar mengatakan bahwa peningkatan harian sebesar 400 ribu bph dalam produksi minyak OPEC+ akan cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Sabtu, Abdul Jabbar juga menambahkan bahwa kenaikan bulanan tersebut akan membantu menstabilkan pasar minyak. OPEC dan sekutunya dijadwalkan akan bertemu pada 4 November ini untuk membahas mengenai kondisi pasar minyak serta kebijakan kuota produksi.
Sementara itu, Presiden Joe Biden pada hari Sabtu mendesak negara-negara produsen energi utama G20 untuk segera meningkatkan produksi guna memastikan pemulihan ekonomi global serta sebagai bagian dari upaya untuk menekan OPEC+ agar menambah lebih banyak pasokan ke pasar.
Senada dengan pernyataan AS, India dan Jepang yang masing-masing merupakan konsumen minyak terbesar ketiga dan keempat dunia juga turut menyerukan agar negara-negara produsen minyak khususnya OPEC dan sekutunya dapat meningkatkan produksi serta mengambil langkah-langkah yang tepat agar tidak menghalangi pemulihan ekonomi dunia.
Turut menambah tekanan pada harga minyak, China telah merilis cadangan bensin dan solar dalam upaya memenuhi pasokan domestik dan mendukung stabilitas harga di beberapa wilayah, ungkap Administrasi Cadangan Pangan dan Strategis Nasional pada hari Minggu. Menyusul pernyataan tersebut, Sinopec Corp yang merupakan kilang minyak terbesar China mengatakan pihaknya berencana untuk sepenuhnya memanfaatkan kapasitas penyulingan domestik pada bulan November serta akan meningkatkan pasokan solar sebesar 29% dari tahun lalu untuk memastikan stasiun pengisian tidak kehabisan stok.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,200,000 - 1,220,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,160,000 - 1,140,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI | - | 60.4 | 61.1 | |||||
21:00 | USA - Construction Spending MoM | - | 0.6% | 0.0% | |||||
21:45 | USA - Final Manufacturing PMI | - | 59.2 | 59.2 | |||||