| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08620 | 0.06% |
GBPUSD | 1.23170 | 0.02% |
AUDUSD | 0.70560 | -0.14% |
NZDUSD | 0.64380 | -0.19% |
USDJPY | 130.070 | -0.02% |
USDCHF | 0.91630 | -0.03% |
USDCAD | 1.33030 | -0.02% |
GOLDUD | 1,927.900 | 0.11% |
COFU | 79.06 | 0.01% |
USD/IDR | 14,990 | 0.07% |
Rabu, 01 Februari 2023 - Harga minyak pagi ini bergerak datar dipicu oleh aksi tunggu menanti keputusan yang akan diambil oleh OPEC+ mengenai kebijakan produksinya. Di sisi lain, sentimen negatif pasca rilisnya laporan stok API dan kepastian pasokan dari jalur pipa Druzhba, diimbangi oleh pernyataan positif dari para eksekutif perusahaan energi utama AS.
Fokus utama pasar minyak akan tertuju pada pertemuan OPEC dan sekutunya yang berlangsung hari ini (1/2) untuk memutuskan kebijakan produksi terbarunya. Dalam pernyataan yang dirilis hari Selasa, presiden OPEC Gabriel Mbaga Obiang Lima menegaskan bahwa satu hal yang tidak dapat dikendalikan OPEC adalah harga, dan apa yang dapat dilakukan oleh OPEC adalah memastikan pasokan dan permintaan di pasar stabil, tambahnya. Namun, Lima juga mengisyaratkan bahwa kondisi pasar saat ini ada lebih banyak permintaan dibanding sebelumnya, karena minyak jauh lebih dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi daripada membatasinya.
Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa stok minyak mentah dan bensin AS dalam sepekan naik masing-masing sebesar 6.33 juta barel dan 2.73 juta barel, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 27 Januari. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA).
Dari Rusia dilaporkan bahwa perusahaan Transneft pada hari Selasa telah menyetujui kontrak penjualan untuk memasok 20 ribu ton minyak Kazakhstan ke Jerman melalui pipa Druzhba pada bulan Februari.
Sementara itu, embargo Uni Eropa (UE) terhadap impor bahan bakar Rusia yang akan dimulai minggu depan diperkirakan akan membuat margin keuntungan yang tinggi pada tahun ini di sektor kilang minyak AS, ungkap para eksekutif perusahaan energi, Exxon Mobil, Marathon Petroleum dan Phillios 66, pada hari Selasa. Para eksekutif optimis dengan pergeseran perdagangan bahan bakar global yang diakibatkan oleh embargo akan membuat pasokan bahan bakar mengetat tahun ini, dan dampak penuh dari embargo kemungkinan baru akan terasa pada kuartal kedua nanti.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 0.376M | 0.533M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 1.442M | 1.763M |