| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13160 | 0.01% |
GBPUSD | 1.33850 | 0.16% |
AUDUSD | 0.72130 | 0.32% |
NZDUSD | 0.68160 | 0.06% |
USDJPY | 114.380 | 0.03% |
USDCHF | 0.91890 | 0.03% |
USDCAD | 1.28110 | 0.00% |
GOLDUD | 1807.490 | 0.19% |
COFR | 1042730 | -0.07% |
USD/IDR | 14210 | 0.07% |
Senin, 27 Desember 2021 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh potensi penurunan permintaan yang dipicu oleh penyebaran infeksi Covid-19 varian Omicron yang semakin mengkhawatirkan. Meski demikian, harga gas alam yang kembali melejit di Eropa mendukung harga minyak dan membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dua maskapai penerbangan terbesar AS, United Airlines dan Delta Air Lines pada akhir pekan kemarin memutuskan untuk membatalkan puluhan jadwal penerbangan Malam Natal yang dipicu karena kekurangan staf akibat lonjakan infeksi Covid-19 yang didominasi oleh varian Omicron. Pembatalan tersebut berdampak pada penurunan aktifitas perjalanan udara serta pembatasan kegiatan yang menjadi katalis negatif bagi permintaan bahan bakar.
Turut membebani pergerakan harga minyak, China pada hari Minggu melaporkan 155 kasus infeksi lokal yang merupakan kenaikan harian tertinggi kasus Covid-19 lokal dalam 21 bulan pasca infeksi di kota barat laut Xian yang melonjak lebih dari dua kali lipat. Selain China, Jepang pada hari Sabtu melaporkan kasus Omicron baru di Prefektur Kyota dan Fukuoka. Kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global yang didorong oleh varian Omicron memicu kekhawatiran bahwa ancaman varian Omicron hampir separah infeksi yang disebabkan oleh varian Delta.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat menuding kenaikan harga gas alam di Eropa yang disebabkan oleh beberapa anggota Uni Eropa yang menjual kembali gas murah dari Rusia dengan harga yang jauh lebih tinggi. Harga gas alam di Eropa pada pekan lalu kembali menyentuh rekor tertinggi yang sekaligus memberikan dukungan pada pergerakan harga minyak karena dengan kenaikan harga gas alam tersebut berpotensi mendorong kenaikan sumber bahan bakar alternatif dari gas alam yaitu minyak mentah.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,060,000 - 1,080,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,020,000 - 1,000,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
| N/A | 11.8 | |||||