| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15910 | 0.02% |
GBPUSD | 1.35450 | -0.05% |
AUDUSD | 0.72630 | -0.03% |
NZDUSD | 0.69480 | -0.22% |
USDJPY | 111.030 | 0.04% |
USDCHF | 0.93070 | 0.00% |
USDCAD | 1.26500 | -0.12% |
GOLDUD | 1761.690 | -0.17% |
COFR | 1085750 | -0.33% |
USD/IDR | 14305 | -0.17% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 04 Oktober 2021 - Mengawali pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak cemas menanti pertemuan OPEC+ hari ini, dimana sejauh ini sinyal peningkatan produksi lebih dari yang disepakati sebelumnya semakin menguat. Selain itu, potensi kembalinya barel Iran ke pasar minyak global juga turut membebani pergerakan harga minyak.
OPEC dan sekutunya dijadwalkan bertemu hari ini untuk membahas mengenai berapa banyak minyak yang akan dirilis ke pasar dengan situasi saat ini dimana gangguan pasokan dan pemulihan permintaan telah mendorong minyak di atas $80 per barel. Pada pekan lalu, empat sumber OPEC+ mengatakan produsen sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi lebih dari yang diperkirakan, tetapi tidak memberikan rincian tentang berapa jumlah, atau kapan pasokan akan meningkat.
Menteri perminyakan Irak, Ihsan Abdul Jabbar pada hari Minggu mengatakan bahwa harga minyak tidak akan mencapai $100 per barel karena OPEC menginginkan pasar yang stabil. Abdul Jabbar juga menambahkan bahwa Irak sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi minyak dari produsen terbesar kedua OPEC itu menjadi 8 juta barel.
Selain Irak, sinyal peningkatan produksi juga ditunjukkan oleh pemimpin dari sekutu OPEC yaitu Rusia. Output kondensat minyak dan gas Rusia naik menjadi 10.72 juta bph pada bulan September, tertinggi sejak April 2020 di level 11.34 juta bph, ungkap data resmi dari kantor berita Interfax pada hari Sabtu. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian pada hari Sabtu mendesak AS agar terlebih dahulu mencairkan $10 miliar dari dana beku Iran sebagai itikad baik AS untuk melanjutkan kembali pembicaraan nuklir bulan lalu. Amirabdollahian juga menegaskan kembali bahwa Iran akan segera kembali ke pembicaraan nuklir yang terhenti di Wina, namun menolak untuk memberikan tanggal.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,100,000 - 1,120,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,070,000 - 1,050,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||