| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,1145 | 0,12% |
GBPUSD | 1,3395 | 0,13% |
AUDUSD | 0,699 | 0,29% |
NZDUSD | 0,6534 | 0,37% |
USDJPY | 115,21 | 0,23% |
USDCHF | 0,9307 | 0,01% |
USDCAD | 1,2761 | -0,13% |
GOLDUD | 1790,70 | -0,07% |
COFU | 87,45 | 0,53% |
USD/IDR | 14390 | 0,00% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 31 Januari 2022 - Harga minyak dunia kembali mencatatkan kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan harganya sempat melonjak mendekati zona $89.00. Kenaikan harga minyak tersebut masih terpengaruh oleh sentimen yang datang dari Eropa yakni terkait masalah geopolitik antara Ukraina dan Rusia yang dikhawatirkan dapat terjadi perang. Meski demikian, berdasarkan analis dari UBS, bahwa hingga saaat ini belum ada masalah pasokan di wilayah Eropa Timur tersebut.
Selain terpengaruh oleh isu geopolitik, kekhawatiran terhadap masalah pasokan di Timur Tengah juga turut mempengaruhi kinerja harga minyak dunia. Sementara berdasarkan pernyataan dari sejumlah analis bahwa permintaan impor China dapat melonjak hingga 7% tahun ini. Dengan tingginya prospek permintaan tersebut, harga minyak mentah dengan benchmark Brent mencatatkan kondisi backwardation yang tajam, yakni sebesar $6.92/barel terhadap kontrak penyerahan 6 bulan kedepan. Kondisi backwardation terjadi ketika harga kontrak berjangka pada bulan penyerahan terdekat lebih rendah daripada harga kontrak berjangka pada bulan penyerahan yang jauh.
Dengan pergerakan yang relatif dalam tren naik, support penting terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal $86.70 dan resistance terdekatnya berada di areal $88.80. Support terjauhnya berada di areal $85.90 hingga ke zona $84.00. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal $90.00 hingga ke areal $92.40.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | CN - Bank Holiday | - | - | - |
21.45 | US - Chicago PMI | - | 61.7 | 63.1 |