Home
>
News
>
Publication
>
Lonjakan Stok Bensin dan Kenaikan Produksi Batasi Pergerakan Minyak
Lonjakan Stok Bensin dan Kenaikan Produksi Batasi Pergerakan Minyak
Thursday, 10 June 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.21800

-0.12%

GBPUSD

1.41190

-0.04%

AUDUSD

0.77290

0.00%

NZDUSD

0.71780

-0.03%

USDJPY

109.610

-0.05%

USDCHF

0.89540

0.06%

USDCAD

1.21100

0.07%

GOLDUD

1888.294

-0.07%

COFR

993382

-0.49%

USD/IDR

14240

-0.11%

Fokus Crude Oil:

  1. Stok bensin melonjak hingga melebihi 7 juta barel dalam sepekan, ungkap EIA.
  2. Iran berencana pulihkan sebagian besar produksi minyak dalam waktu 1 bulan setelah pelonggaran sanksi AS. 


Kamis, 10 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 986,000 - 993,000 per barel, tertekan oleh sentimen dari kenaikan produksi minyak mentah serta lonjakan stok bensin yang mengindikasikan permintaan yang lebih lemah dari perkiraan pada awal musim panas.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 4 Juni turun sebesar 5.24 juta barel, lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2.04 juta barel. Meski demikian, stok bensin menunjukkan peningkatan sebesar 7.05 juta barel, jauh melebihi prediksi sebelumnya yang memperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 698,000 barel. Selain itu, dari sisi produksi secara mingguan juga dilaporkan mengalami kenaikan menjadi 11 juta barel, dari posisi pekan sebelumnya di level 10.8 juta barel.

Turut membebani pergerakan harga minyak, Iran berencana untuk memulihkan sebagian besar produksi minyak mentahnya ke level 3.3 juta bph dalam waktu satu bulan setelah pelonggaran sanksi AS, jika kesepakatan nuklir tercapai antara Iran dengan kekuatan dunia lain, ungkap Farokh Alikhani, deputi produksi NIOC pada hari Rabu. Alikhani juga menambahkan bahwa pemulihan produksi secara penuh - mencapai 4 juta bph - dapat dilakukan dalam waktu tiga bulan.

Dari Libya dilaporkan bahwa Waha Oil Co yang merupakan bagian dari perusahaan minyak negara Libya akan kembali ke operasi produksi normal pada hari Kamis setelah memperbaiki kebocoran pada pipa yang mengurangi lebih dari setengah produksi minyak perusahaan, ungkap sumber minyak di terminal ekspor minyak mentah Es Sider.

Sementara itu, Kementerian Perminyakan India pada hari Rabu merilis laporan yang menunjukkan permintaan minyak turun 11.3% menjadi 15.11 juta barel pada bulan Mei, level terendah sejak Agustus tahun lalu karena penguncian akibat gelombang kedua Covid-19. Penjualan bensin harian juga turun sekitar seperlima pada Mei dari bulan sebelumnya, selain itu harga bahan bakar yang lebih tinggi juga ikut melemahkan konsumsi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 970,000 - 950,000 per barel. 


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30
USA - Core Inflation Rate YoY
-
3.4%
3%
19:30
USA - Inflation Rate YoY
-
4.7%
4.2%
19:30
USA - Continuing Jobless Claims
-
3602K
3771K
19:30
USA - Initial Jobless Claims
-
370K
385K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788