| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.01770 | 0.03% |
GBPUSD | 1.20710 | -0.02% |
AUDUSD | 0.69020 | 0.39% |
NZDUSD | 0.62380 | 0.24% |
USDJPY | 135.010 | 0.24% |
USDCHF | 0.96190 | 0.00% |
USDCAD | 1.29300 | 0.02% |
GOLDUD | 1775.000 | -0.02% |
COFU | 88.46 | 0.43% |
USD/IDR | 14895 | 0.17% |
Senin, 08 Agustus 2022 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya laporan Baker Hughes serta dekrit dari Rusia mengenai pelarangan penjualan aset. Meski demikian, tanda-tanda melonjaknya Covid di Rusia dan China, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Dalam laporan terbaru yang dirilis pada akhir pekan oleh perusahaan layanan jasa energi AS, Baker Hughes, menunjukkan jumlah rig minyak untuk pekan yang berakhir 5 Agustus merosot turun sebesar 7 rig menjadi 598 rig, yang sekaligus merupakan penurunan pertama dalam kurun waktu 10 pekan. Data tersebut berdampak positif pada harga minyak karena mengindikasikan potensi penurunan produksi minyak AS dalam masa mendatang.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat merilis dekrit yang isinya melarang investor dari negara-negara yang mendukung sanksi terhadap Rusia untuk menjual aset mereka dalam perjanjian bagi hasil (PSA), bank, entitas strategis, perusahaan yang memproduksi produk energi, serta di proyek lainnya hingga akhir tahun. Dekrit tersebut menyusul meningkatnya tensi antara Rosneft dan ExxonMobil terkait penghentian produksi minyak di proyek Sakhalin-1 sejak pertengahan Mei.
Sementara itu, otoritas kesehatan Rusia pada hari Minggu melaporkan kasus infeksi harian Covid mencapai 20,303 kasus, yang sekaligus merupakan angka tertinggi sejak 28 Maret. Sinyal melonjaknya kasus Covid di tengah aksi embargo dari negara Barat dan sekutunya terhadap Rusia, memicu kekhawatiran akan mendorong penurunan pasokan lebih lanjut dari negara produsen minyak terbesar ketiga dunia tersebut.
Dari China, otoritas kesehatan kota Makau pada hari Minggu menginstruksikan warga kota untuk melakukan tes massal pada hari Minggu dan Senin, setelah seorang warga baru kembali dari perjalanan ke kota Zhuhai dinyatakan positif. Secara keseluruhan, China melaporkan infeksi baru untuk 7 Agustus sebanyak 940 kasus, naik dari 868 kasus pada hari sebelumnya. Kenaikan Covid tersebut juga memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan permintaan lebih lanjut dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - 3 Month Bill Auction |
|
| 2.49% |