| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.12750 | 0.07% |
GBPUSD | 1.32050 | 0.05% |
AUDUSD | 0.71110 | 0.06% |
NZDUSD | 0.67120 | 0.21% |
USDJPY | 113.580 | 0.06% |
USDCHF | 0.92090 | 0.05% |
USDCAD | 1.29380 | -0.13% |
GOLDUD | 1789.360 | 0.05% |
COFR | 994894 | 0.17% |
USD/IDR | 14375 | 0.03% |
Selasa, 21 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi menguat didukung oleh pernyataan positif dari Libya serta harapan dari vaksin Moderna untuk melawan varian Omicron. Meski demikian, pemberlakuan pembatasan yang lebih ketat berpotensi mengurangi permintaan bahan bakar dan sekaligus membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Libya resmi mengumumkan force majeure untuk ekspor minyaknya pasca penutupan 4 ladang minyak di Libya barat oleh anggota Petroleum Facilities Guard (PFG), ungkap Mustafa Sanalla, kepala National Oil Corporation (NOC) pada hari Senin. Ladang minyak yang ditutup adalah El Sharara, El Feel, Wafa dan Hamada. Keempat ladang tersebut memproduksi lebih dari 300,000 bph. Pengumuman tersebut mengindikasikan potensi penurunan produksi dari negara anggota OPEC, sekaligus meredam kekhawatiran tambahan pasokan pasca pernyataan pers sebelumnya dari Menteri Perminyakan Mohamed Aoun bahwa produksi minyak Libya telah mencapai 1.2 juta bph.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, produsen vaksin Covid-19 asal AS, Moderna Inc. pada hari Senin mengatakan bahwa berdasarkan pengujian laboratorium terbaru, dosis booster miliknya efektif melindungi terhadap varian Omicron. Moderna juga menambahkan pihaknya masih berencana mengembangkan vaksin khusus untuk varian Omicron yang uji tahap klinis diharapkan dapat dimulai pada awal tahun depan. Pernyataan tersebut memberikan harapan terhadap ancaman varian Omicron yang saat ini mendominasi penyebaran Covid-19 secara global.
Meski demikian, melonjaknya infeksi Covid-19 secara global mendorong berbagai negara mempertimbangkan lebih banyak pembatasan yang berpotensi mengurangi permintaan bahan bakar. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin mengatakan akan memperketat pembatasan yang mungkin akan diberlakukan setelah Natal. Sebelumnya Belanda dan Jerman telah mengumumkan akan memperketat pembatasan selama Natal. Di AS, infeksi melonjak selama akhir pekan, yang memicu kekhawatiran akan kembali diperketatnya pembatasan selama liburan Natal dan Tahun Baru, mengikuti langkah serupa yang dilakukan oleh negara-negara Eropa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,010,000 - 1,030,000 per barel serta kisaran Support di IDR 980,000 - 960,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Current Account |
| $-205B | $-190.3B | |||||