| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13230 | 0.12% |
GBPUSD | 1.33520 | -0.02% |
AUDUSD | 0.72130 | -0.22% |
NZDUSD | 0.68060 | -0.12% |
USDJPY | 114.080 | 0.04% |
USDCHF | 0.92020 | -0.10% |
USDCAD | 1.28340 | 0.12% |
GOLDUD | 1803.310 | 0.16% |
COFR | 1037026 | 0.11% |
USD/IDR | 14200 | 0.28% |
Kamis, 23 Desember 2021 - Pergerakan harga minyak terpantau masih berada pada tren bullish didukung oleh data positif pasokan minyak AS serta pengesahan ijin darurat penggunaan pil antivirus Covid-19 pertama yang memicu harapan dalam melawan penyebaran varian Omicron. Meski demikian, kasus infeksi Covid-19 yang kian melonjak secara global mendorong pemberlakuan kembali pembatasan dan penguncian yang membatasi pergerakan harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan mingguan pasar minyak AS yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah turun ke level 11.6 juta barel dari posisi pekan lalu di level 11.7 juta barel. Untuk stok minyak mentah juga turun sebesar 4.72 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2.75 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang positif di pasar AS sekaligus menguatkan laporan yang dirilis sebelumnya dari grup industri American Petroleum Institute.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, otoritas AS pada hari Rabu memberikan ijin darurat penggunaan pil antivirus Covid-19 pertama produksi Pfizer yang disebut dengan Paxlovid, yang diperuntukkan bagi orang berusia 12 tahun ke atas yang berisiko parah. Paxlovid hampir 90% efektif mencegah rawat inap dan kematian pada pasien Covid-19 dengan risiko tinggi, dan juga tetap efektif melawan varian Omicron, ungkap Pfizer berdasarkan data laboratorium terbaru. Langkah pengesahan pil antivirus tersebut dapat membantu dalam memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini di AS serta berpotensi dijadikan referensi bagi negara-negara lain yang juga mengalami lonjakan infeksi untuk mengambil langkah serupa.
Sementara itu, ancaman penyebaran infeksi Covid-19 yang didominasi oleh varian Omicron kian meningkat dan memicu kekhawatiran akan menurunkan permintaan bahan bakar karena pemberlakuan kembali pembatasan dan penguncian di berbagai negara. Inggris pada hari Rabu melaporkan lebih dari 100,000 kasus infeksi harian untuk pertama kalinya. Di Prancis, infeksi dalam 24 terakhir mencapai lebih dari 80,000 kasus yang sekaligus mendekati level tertinggi sepanjang masa di negara itu. Di AS, rata-rata infeksi dalam 7 hari terakhir meningkat sebesar 25%. Selain Eropa dan AS, kenaikan kasus Covid-19 juga terjadi di Asia. China melaporkan 100 kasus harian baru dibanding 77 kasus pada hari sebelumnya. India juga melaporkan peningkatan kasus dalam 24 jam terakhir menjadi 213 kasus.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,050,000 - 1,070,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,025,000 - 1,005,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Core PCE Price Index MoM |
| 0.4% | 0.4% | |||||
20:30 | USA - Core Durable Goods Orders MoM |
| 0.6% | 0.5% | |||||
20:30 | USA - Personal Income MoM |
| 0.4% | 0.5% | |||||
20:30 | USA - Personal Spending MoM |
| 0.6% | 1.3% | |||||
20:30 | USA - Unemployment Claims |
| 200K | 206K | |||||