Home
>
News
>
Publication
>
Krisis Energi Memburuk, Minyak Melesat Lampaui Level $80 per Barel
Krisis Energi Memburuk, Minyak Melesat Lampaui Level $80 per Barel
Tuesday, 12 October 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.15530

0.04%

GBPUSD

1.35970

0.01%

AUDUSD

0.73500

-0.19%

NZDUSD

0.69420

-0.17%

USDJPY

113.290

-0.03%

USDCHF

0.92730

-0.03%

USDCAD

1.24810

0.06%

GOLDUD

1753.843

0.21%

COFR

1143100

-0.05%

USD/IDR

14200

0.11%

Fokus Crude Oil:

  1. AS desak OPEC+ untuk berbuat lebih banyak terhadap harga minyak.
  2. Qatar tidak berdaya untuk menurunkan harga energi; Provinsi Liaoning peringatkan krisis listrik dapat terus memburuk.


Selasa, 12 Oktober 2021 - Pasca menyentuh level tertinggi sejak 2014 yang dipicu oleh rebound permintaan minyak akibat kekurangan pasokan gas dan batu bara sebagai sumber energi listrik, harga minyak pagi ini terpantau terkoreksi turun untuk pertama kalinya setelah reli bullish sejak Kamis lalu. Meski demikian, ancaman krisis energi yang semakin memburuk, membatasi penurunan harga lebih lanjut.

AS menyerukan kepada OPEC dan sekutunya untuk melakukan lebih banyak dalam mengatasi lonjakan harga minyak, ujar seorang pejabat Gedung Putih pada hari Senin. Pemerintah AS sedang memantau dengan cermat biaya minyak dan bensin dan akan menggunakan setiap alat yang dimiliki untuk mengatasi praktik anti-persaingan di AS serta memastikan kestabilan pasar energi global, tambah pejabat itu.

Sementara itu, menteri energi Qatar, Saad al-Kaabi pada hari Senin mengatakan bahwa pihaknya tidak berdaya untuk menurunkan harga energi, menanggapi desakan dari pelanggannya untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar. Qatar sendiri merupakan produsen gas alam cair terbesar dunia.

Turut mendukung harga minyak, provinsi Liaoning yang merupakan ekonomi provinsi terbesar sekaligus konsumen listrik terbesar di antara tiga provinsi yang membentuk kawasan industri "rust-belt" China, pada hari Senin memperingatkan kekurangan listrik dapat terus memburuk meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan batu bara dan mengelola penggunaan listrik dalam krisis energi yang diperkirakan akan melanda China hingga akhir tahun. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), perencana energi negara China, pada hari Senin mengatakan telah mendesak perusahaan listrik untuk meningkatkan persediaan batubara dan akan mengadakan jumpa pers pada hari Selasa untuk membahas tentang tarif pembangkit listrik tenaga batu bara.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00
USA - JOLTS Job Openings
-
10.95M
10.93M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788