| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15530 | 0.04% |
GBPUSD | 1.35970 | 0.01% |
AUDUSD | 0.73500 | -0.19% |
NZDUSD | 0.69420 | -0.17% |
USDJPY | 113.290 | -0.03% |
USDCHF | 0.92730 | -0.03% |
USDCAD | 1.24810 | 0.06% |
GOLDUD | 1753.843 | 0.21% |
COFR | 1143100 | -0.05% |
USD/IDR | 14200 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 12 Oktober 2021 - Pasca menyentuh level tertinggi sejak 2014 yang dipicu oleh rebound permintaan minyak akibat kekurangan pasokan gas dan batu bara sebagai sumber energi listrik, harga minyak pagi ini terpantau terkoreksi turun untuk pertama kalinya setelah reli bullish sejak Kamis lalu. Meski demikian, ancaman krisis energi yang semakin memburuk, membatasi penurunan harga lebih lanjut.
AS menyerukan kepada OPEC dan sekutunya untuk melakukan lebih banyak dalam mengatasi lonjakan harga minyak, ujar seorang pejabat Gedung Putih pada hari Senin. Pemerintah AS sedang memantau dengan cermat biaya minyak dan bensin dan akan menggunakan setiap alat yang dimiliki untuk mengatasi praktik anti-persaingan di AS serta memastikan kestabilan pasar energi global, tambah pejabat itu.
Sementara itu, menteri energi Qatar, Saad al-Kaabi pada hari Senin mengatakan bahwa pihaknya tidak berdaya untuk menurunkan harga energi, menanggapi desakan dari pelanggannya untuk menambah lebih banyak pasokan ke pasar. Qatar sendiri merupakan produsen gas alam cair terbesar dunia.
Turut mendukung harga minyak, provinsi Liaoning yang merupakan ekonomi provinsi terbesar sekaligus konsumen listrik terbesar di antara tiga provinsi yang membentuk kawasan industri "rust-belt" China, pada hari Senin memperingatkan kekurangan listrik dapat terus memburuk meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan batu bara dan mengelola penggunaan listrik dalam krisis energi yang diperkirakan akan melanda China hingga akhir tahun. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), perencana energi negara China, pada hari Senin mengatakan telah mendesak perusahaan listrik untuk meningkatkan persediaan batubara dan akan mengadakan jumpa pers pada hari Selasa untuk membahas tentang tarif pembangkit listrik tenaga batu bara.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||