Home
>
News
>
Publication
>
Krisis Energi Kian Meningkat, Harga Minyak Ikut Terdongkrak
Krisis Energi Kian Meningkat, Harga Minyak Ikut Terdongkrak
Monday, 11 October 2021

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.15690

0.03%

GBPUSD

1.36110

0.26%

AUDUSD

0.73040

0.33%

NZDUSD

0.69020

0.51%

USDJPY

112.170

0.23%

USDCHF

0.92720

0.06%

USDCAD

1.24720

-0.07%

GOLDUD

1756.890

0.09%

COFR

1130178

1.24%

USD/IDR

14200

0.07%

Fokus Crude Oil:

  1. Aksi pemogokan pengemudi tanker minyak Nigeria ditangguhkan sementara mulai hari Senin.
  2. Saudi akan memasok minyak mentah tambahan ke beberapa penyulingan di Asia pada bulan November.


Senin, 11 Oktober 2021 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish sejak akhir pekan lalu didukung oleh meningkatnya ancaman kekurangan bahan bakar global sebagai sumber energi listrik memicu lonjakan permintaan minyak mentah. Selain itu, gangguan pasokan di Nigeria dan Sudan juga turut mendukung kenaikan harga minyak.

Serikat Pekerja Minyak dan Gas Alam Nasional (NUPENG) pada hari Minggu menyatakan bahwa aksi pemogokan yang dilakukan oleh pengemudi kapal tanker minyak Nigeria akan dihentikan sementara mulai hari Senin untuk memberikan kesempatan negosiasi kepada perusahaan minyak milik negara NNPC. Apabila dalam pertemuan ini nanti tidak tercapai kesepakatan, maka berpotensi mengganggu pasokan minyak dari negara produsen terbesar keenam di OPEC itu.

Selain Nigeria, aksi unjuk rasa juga terjadi di negara anggota sekutu OPEC, Sudan. Seorang menteri kabinet pada hari Sabtu mengatakan bahwa blokade di pelabuhan utama Sudan yang telah berlangsung selama tiga minggu menyebabkan kekurangan gandum dan bahan bakar minyak di negara tersebut.

Turut mendukung harga minyak, krisis energi yang melanda Eropa dan Asia memicu peningkatan permintaan minyak sebagai sumber energi pengganti gas. Saudi Aramco mengatakan telah setuju untuk memasok minyak mentah tambahan ke setidaknya dua pembeli di Asia Utara pada bulan November, ungkap sumber yang mengetahui masalah itu pada hari Senin. Di samping itu, pemangkasan harga minyak Aramco untuk pengiriman bulan November juga menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan tersebut, ungkap sumber yang sama.

Sementara itu, krisis energi di China memaksa pemerintah untuk kembali memerintahkan peningkatan produksi batu bara di Mongolia Dalam sebesar hampir 100 juta ton atau meningkat 10%, ditengah tuntutan global untuk mengurangi penggunaan sumber energi berbasis karbon. India yang juga mengandalkan batu bara sebagai sumber energi listrik mengalami pemadaman hingga 14 jam sehari di wilayah bagian timur dan utara akibat kekurangan pasokan. Mengutip dari Reuters pada hari Jumat, lebih dari setengah pembangkit listrik tenaga batu bara di India yang memasok sekitar 70% listrik negara itu, hanya memiliki stok untuk bertahan kurang dari tiga hari.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

24hr
USA - Columbus Day
-
-
-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788