| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.15690 | 0.03% |
GBPUSD | 1.36110 | 0.26% |
AUDUSD | 0.73040 | 0.33% |
NZDUSD | 0.69020 | 0.51% |
USDJPY | 112.170 | 0.23% |
USDCHF | 0.92720 | 0.06% |
USDCAD | 1.24720 | -0.07% |
GOLDUD | 1756.890 | 0.09% |
COFR | 1130178 | 1.24% |
USD/IDR | 14200 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 11 Oktober 2021 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish sejak akhir pekan lalu didukung oleh meningkatnya ancaman kekurangan bahan bakar global sebagai sumber energi listrik memicu lonjakan permintaan minyak mentah. Selain itu, gangguan pasokan di Nigeria dan Sudan juga turut mendukung kenaikan harga minyak.
Serikat Pekerja Minyak dan Gas Alam Nasional (NUPENG) pada hari Minggu menyatakan bahwa aksi pemogokan yang dilakukan oleh pengemudi kapal tanker minyak Nigeria akan dihentikan sementara mulai hari Senin untuk memberikan kesempatan negosiasi kepada perusahaan minyak milik negara NNPC. Apabila dalam pertemuan ini nanti tidak tercapai kesepakatan, maka berpotensi mengganggu pasokan minyak dari negara produsen terbesar keenam di OPEC itu.
Selain Nigeria, aksi unjuk rasa juga terjadi di negara anggota sekutu OPEC, Sudan. Seorang menteri kabinet pada hari Sabtu mengatakan bahwa blokade di pelabuhan utama Sudan yang telah berlangsung selama tiga minggu menyebabkan kekurangan gandum dan bahan bakar minyak di negara tersebut.
Turut mendukung harga minyak, krisis energi yang melanda Eropa dan Asia memicu peningkatan permintaan minyak sebagai sumber energi pengganti gas. Saudi Aramco mengatakan telah setuju untuk memasok minyak mentah tambahan ke setidaknya dua pembeli di Asia Utara pada bulan November, ungkap sumber yang mengetahui masalah itu pada hari Senin. Di samping itu, pemangkasan harga minyak Aramco untuk pengiriman bulan November juga menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan tersebut, ungkap sumber yang sama.
Sementara itu, krisis energi di China memaksa pemerintah untuk kembali memerintahkan peningkatan produksi batu bara di Mongolia Dalam sebesar hampir 100 juta ton atau meningkat 10%, ditengah tuntutan global untuk mengurangi penggunaan sumber energi berbasis karbon. India yang juga mengandalkan batu bara sebagai sumber energi listrik mengalami pemadaman hingga 14 jam sehari di wilayah bagian timur dan utara akibat kekurangan pasokan. Mengutip dari Reuters pada hari Jumat, lebih dari setengah pembangkit listrik tenaga batu bara di India yang memasok sekitar 70% listrik negara itu, hanya memiliki stok untuk bertahan kurang dari tiga hari.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,160,000 - 1,180,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,120,000 - 1,100,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||