| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16810 | 0.05% |
GBPUSD | 1.35340 | 0.10% |
AUDUSD | 0.72350 | 0.11% |
NZDUSD | 0.69550 | -0.06% |
USDJPY | 111.480 | -0.03% |
USDCHF | 0.92950 | -0.11% |
USDCAD | 1.26850 | -0.02% |
GOLDUD | 1733.692 | 0.39% |
COFR | 1062890 | -0.27% |
USD/IDR | 14290 | 0.10% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 29 September 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani oleh laporan kenaikan stok minyak AS serta desakan AS kepada OPEC untuk mengupayakan segala cara guna menstabilkan kembali harga minyak dan gas. Meski demikian, proyeksi positif pertumbuhan permintaan bahan bakar global memberikan dukungan pada pasar minyak dan membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 4.13 juta barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 24 September. Angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan untuk stok minyak mentah akan turun sebesar 1.65 juta barel. Sementara untuk stok bensin diperkirakan akan naik sebesar 1.4 juta barel.
Sementara itu, harga minyak mentah global pada hari Selasa melewati level $80 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, memicu kekhawatiran akan kenaikan harga bensin di AS yang pada musim panas ini telah mencapai level tertinggi sejak 2014, ungkap data dari EIA. Hal ini membuat pihak Gedung Putih menghubungi OPEC guna mencari segala upaya agar dapat menstabilkan harga minyak serta menurunkan harga gas saat ini. Sebelumnya AS pernah meminta OPEC agar memompa lebih banyak minyak untuk menurunkan harga, namun di sisi lain hal tersebut akan bertentangan dengan target emisi nol bersih yang saat ini sedang diupayakan secara global.
Dalam laporan Outlook Minyak Dunia yang dirilis hari Selasa, OPEC memperkirakan konsumsi bahan bakar global akan pulih sepenuhnya dari kemerosotan atau naik di atas 100 juta bph pada tahun 2023, dan akan terus tumbuh hingga mencapai puncaknya di level 107.9 juta bph pada tahun 2035 nanti. OPEC juga menambahkan bahwa masih ada keraguan besar akan komitmen mitigasi iklim melalui pengurangan bahan bakar berbasis fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dapat berjalan sesuai kerangka waktu yang ditargetkan oleh PBB. Meski terus menunjukkan peningkatan, namun energi terbarukan diproyeksikan hanya akan menyumbang sekitar 10% dari kebutuhan energi dunia pada tahun 2045, ungkap OPEC.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,075,000 - 1,095,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,050,000 - 1,030,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||