| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.18480 | -0.06% |
GBPUSD | 1.37670 | -0.01% |
AUDUSD | 0.74670 | -0.08% |
NZDUSD | 0.69790 | -0.27% |
USDJPY | 111.520 | 0.06% |
USDCHF | 0.92550 | 0.09% |
USDCAD | 1.24400 | -0.01% |
GOLDUD | 1776.580 | 0.05% |
COFR | 1087790 | 0.61% |
USD/IDR | 14500 | 0.41% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 02 Juli 2021 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau masih berada dalam tren bullish, didukung oleh sentimen dari pertemuan lanjutan OPEC+ hari ini yang akan menetapkan keputusan kuota produksi bulan Agustus dan seterusnya. Sementara itu, potensi pembatasan dan penguncian baru akibat lonjakan kasus Covid-19 terus membayangi pertumbuhan pemulihan permintaan bahan bakar.
Keputusan mengenai kuota produksi OPEC+ untuk bulan Agustus akan dilanjutkan pembicaraannya hari ini setelah pada pertemuan hari Kamis berakhir ditunda yang dipicu oleh Uni Emirat Arab (UEA) pada menit terakhir mengatakan akan memblokir kesepakatan sampai kuota untuk pemotongannya sendiri disesuaikan. Permintaan dari UEA tersebut mendapat penolakan keras dari Arab Saudi dan Rusia, karena apabila disetujui maka pasar berpotensi mendapat tambahan pasokan sekitar 700,000 bph hanya dari UEA, dan ditambah negara anggota OPEC+ lain berkemungkinan meminta penyesuaian juga, dimana hal ini tentunya akan berdampak memicu pasokan berlebih pada pasar minyak global. Sebelumnya pada hari Kamis, OPEC dan sekutunya tampaknya memiliki kesepakatan untuk meningkatkan produksi sebesar 400,000 bph menjadi 2 juta bph mulai dari bulan Agustus hingga Desember.
Sementara itu, lonjakan kasus baru Covid-19 di seluruh dunia yang dipicu oleh varian Delta mengancam pemulihan permintaan bahan bakar. Inggris pada hari Kamis melaporkan 27,989 kasus infeksi baru, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak 29 Januari dan peningkatan kasus antara 25 Juni dan 1 Juli tercatat melonjak hampir 72% dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya.
Indikator lain yang menjadi perhatian pasar dalam waktu dekat adalah laporan mingguan jumlah rig minyak yang akan dirilis pada akhir pekan oleh perusahaan layanan jasa AS, Baker Hughes. Di pekan sebelumnya dilaporkan bahwa rig minyak AS turun 1 rig menjadi 372 rig setelah meningkat selama 7 pekan berturut-turut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,105,000 - 1,125,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,075,000 - 1,055,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Non Farm Payrolls | - | 700K | 559K | |||||
19:30 | USA - Unemployment Rate | - | 5.7% | 5.8% | |||||
19:30 | USA - Trade Balance | - | $-71.4B | $-68.9B | |||||
21:00 | USA - Factory Orders MoM | - | 1.6% | -0.6% | |||||