| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.14270 | 0.01% |
GBPUSD | 1.35320 | 0.00% |
AUDUSD | 0.71780 | -0.14% |
NZDUSD | 0.66880 | -0.15% |
USDJPY | 115.490 | 0.03% |
USDCHF | 0.92450 | -0.08% |
USDCAD | 1.26690 | 0.06% |
GOLDUD | 1832.600 | 0.07% |
COFR | 1291193 | -0.43% |
USD/IDR | 14345 | -0.03% |
Kamis, 10 Februari 2022 - Pergerakan harga minyak pagi ini mendapat dukungan dari laporan stok EIA serta tensi di situasi Eropa timur. Meski demikian, komitmen AS - Saudi untuk menjaga kestabilan harga energi serta kelanjutan negosiasi nuklir Iran membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Di pasar energi AS, badan statistik pemerintah Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam merilis laporan mingguan yang menunjukkan bahwa stok minyak mentah dan stok bensin merosot turun masing-masing sebesar 4.76 juta barel dan 1.64 juta barel, diluar ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan masing-masing stok akan naik sebesar 369 ribu barel dan 1.62 juta barel. Penurunan stok tersebut sekaligus menguatkan laporan yang dirilis sebelumnya oleh grup industri American Petroleum Institute (API), yang mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS.
Sementara itu, tanda-tanda ketegangan geopolitik di Eropa timur yang masih belum usai dan sekaligus memicu memanasnya tensi antara Rusia dengan negara Barat turut memberikan dukungan pada pasar minyak. Wakil Presiden AS Kamala Harris berencana akan bertemu sekutu dan mitranya di Munich minggu depan untuk mencegah agresi Rusia di Ukraina, ungkap pihak Gedung Putih pada hari Rabu. Di hari yang sama, seorang pejabat senior Rusia menuduh Barat telah meningkatkan tekanan politik di Moskow dengan memasok senjata dan amunisi ke Ukraina, dimana hal itu akan mengurangi kemungkinan resolusi diplomatik politik oleh Rusia.
Sementara itu, dalam pembicaraan yang berlangsung hari Rabu, Presiden AS Joe Biden dan Raja Salman dari Arab Saudi kembali menegaskan komitmen bersama untuk memastikan kestabilan pasokan energi global guna menjaga agar harga energi tetap stabil, ungkap pernyataan dari Gedung Putih. Selain masalah energi, pembicaraan juga terfokus pada dukungan AS untuk mendukung Saudi dalam upaya memastikan keamanan di Timur Tengah. Berita tersebut meredakan kekhawatiran pasar akan situasi di Timur Tengah menyusul serangkaian serangan dari Houthi Yaman terhadap Uni Emirat Arab baru-baru ini.
Turut membebani pergerakan harga minyak, AS pada hari Rabu secara terbuka mendesak Iran untuk segera menandatangani perjanjian nuklir dan menekankan bahwa tidak mungkin untuk kembali ke kesepakatan jika perjanjian ini tidak ditandatangani dalam beberapa minggu. Pasar mencermati perkembangan negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang rencananya akan kembali dilanjutkan minggu ini, dan apabila negosiasi berhasil tercapai, maka besar kemungkinan pasar minyak global akan mendapat tambahan pasokan dari Iran yang mengurangi ketatnya pasokan global saat ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,310,000 - 1,330,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,265,000 - 1,245,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 7.3% | 7% | |||||
20:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.5% | 0.6% | |||||
20:30 | USA - Unemployment Claims |
| 227K | 238K | |||||