Indikator Harga
| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,19330 | -0,09% |
GBPUSD | 1,38820 | -0,02% |
AUDUSD | 0,75870 | -0,05% |
NZDUSD | 0,70850 | -0,25% |
USDJPY | 110,74000 | -0,06% |
USDCHF | 0,91760 | 0,10% |
USDCAD | 1,229 | 0,11% |
GOLDUD | 1780,900 | -0,39% |
USD/IDR | 14400 | 0,35% |
Fokus GBPUSD:
Senin, 28 Juni 2021 - Mengupayakan reboundnya pada pembukaan pekan ini, pasangan GBPUSD trekoreksi positif ke posisi di sekitar 1.3885 pagi ini, meningkat 0.11%. Mengarah pada GBP, berita suram datang dari berita tentang brexit dan virus corona, meski demikian, hal ini tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasangan ini pada pembukaan perdagangan hari ini. Selain itu, perselisihan mengenai Brexit antara Uni Eropa (EU) dengan Inggris terus berlanjut, meski telah sepakat untuk mengatasi perang sosis, Sementara itu, pengunduran diri Mentri Kesehatan Inggris Matt Hancock, karna melanggar pembatasan yang disebabkan virus, menjadi fokus terkini dalam sudut pandang Inggris.
Terkini dari AS, pergerakan positif pembukaan perdagangan hari ini, terarah didukung informasi2 terkini pada penutupan pekan lalu. Core Price Index MoM dirilis turun hingga 0.5% dari yang diharapkan 0.6% setelah sebelumnya 0.7%. Selain itu, Revised UoM Consumer Sentiment turun hinnga ke poin 85.5 dari yang diharapkan 86.5 setelah sebelumnya 86.4. Pergerakan positif dari AS meski ditengah krisis varian terbaru virus korona memberikan harapan besar dalam mempertahankan perkonomian terhadap krisi ini. Kini, pergerakan pasar global berada di suasana hati-hati, terdampak kurangnya target berita akan perekonomian global.
Pada saat penulisan, GBPUSD masih minim pergerakan dengan fokus zona support penting terdekat di level 1.37975 dengan resistance terdekatnya berada di areal 1.39596. Sementara, resistance terjauhnya berada di sekitar areal 1.41742 dan support terjauhnya di 1.37021.
NZDUSD - NZD/USD goyah di sekitar 0.7070, sebagian besar tidak berubah, untuk memulai sesi minggu ini. Pasangan Kiwi menghentikan tren turun tiga minggu pada penutupan Jumat karena pasar yang mencerna perbedaan pendapat antara pejabat Federal Reserve (Fed) AS dengan reflasi dan pengeluaran infrastruktur Presiden Joe Biden untuk mendukung sentimen pasar yang bergabung dengan rilis otomis data AS. Kendati di dalam negeri, lonjakan kasus covid juga menyebabkan Selandia Baru menangguhkan gelembung perjalanan dengan Australia, membatalkan lebih dari 85 penerbangan. Lebih lanjut, peru dicatat bahwa Wellington tetap pada kondisi waspasa Level 2 selama 48 jam lagi. Selain itu, data Laba Industri China yang suram untuk Mei, 36,4% YoY versus +57.0% sebelumnya, juga kini menguji pergerakan harga.
AUDUSD - Melanjutkan trend positifnya sejak pembukaan pekan lalu yang terus meningkat, pasangan AUDUSD melanjutkan trendnya hingga posisi 0.7585 pada pembukaan perdagangan pekan ini. Meski demikian, peringatan mendesak untuk bandara Sydney ayng baru-baru ini diumumkan setelah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi menghabiskan lima jam di food court. Selain itu, lockdown yang diperluas sekarang mencakup 5 juta orang di Greater Sydney, serta Blue Mountains, Central Coast, dan Wollongong. Kasus varian Delta yang sangat menular sekarang mencapai 110. Ke depan, kurangnya data/peristiwa utama dapat membuat AUD/USD tertekan menjelang sesi Fedspeak AS. Pada saat penulisan harga bergerak di kisaran support berada di areal 0.74793 dan resistance di 0.77096.
EURUSD - Berbicara tentang sesi Jumat lalu, EURUSD mundur tajam selama sesi Amerika setelah mencapai tertinggi mingguan di dekat 1.198. Persepsi pasar pada AS yang lebih tinggi telah memberi USD dorongan, dan jadi alasan pasangan ini untuk mundur bergerak loyo. Namun kini, Tekanan jual di sekitar greenback kembali meningkat dan menjaga EURUSD stabil di level psikologis harian 1.196. Pemulihan pasangan ini juga didukung oleh peningkatan terus-menerus di persepsi psar terkait risiko, dengan saham dan komoditas juga memberikan jeda pada sentimen optimis. dalam kalender domestik dan di awal sesi, Iklim Konsumen Jerman yang dilacak oleh GfK dirilis meningkat menjadi -0.3 untuk bulan Juli, sementara Uang Beredar M3 ECB meningkat 8.4% pada tahun ini hingga Mei dan Pinjaman Sektor Swasta meningkat 3.9% dari tahun sebelumnya . Selain itu, Dewan Eropa jyang melanjutkan pertemuan 2 harinya akhir pekan lalu, akan dinantikan perkembangannya.
USDCAD - Setelah fase konsolidasi di atas 1.2300 selama jam perdagangan Eropa hari Jumat lalu, pasangan USDCAD kehilangan daya tariknya dan turun ke terendah baru harian di 1.2270. Kelemahan USD berbasis luas menjelang akhir pekan tampaknya menyebabkan pasangan ini memperpanjang penurunannya. Di sisi lain, harga minyak mentah acuan sWest Texas Intermediate (WTI) juga naik hari ini ke dekat level $74, memungkinkan Loonie (CAD) yang sensitif terhadap komoditas mengungguli USD. Sementara itu, fokus untuk minggu depan adalah pada kelompok OPEC+. Akan ada pertemuan di mana para pedagang akan tertarik untuk melihat apakah organisasi tersebut akan bergerak untuk meningkatkan pasokan karena permintaan yang pulih dari pandemi.
Lebih lanjut, OPEC+ diperkirakan akan meningkatkan produksi sebesar 500 ribu barel per hari pada Agustus di pertemuan 1 Juli mendatang karena permintaan musim panas untuk bensin dan bahan bakar penerbangan meningkat di Amerika Utara dan Eropa.
USDCHF - USDCHF bergerak di balik Dolar yang menyaksikan penurunan yang dipercepat hingga mendekati level 91 minggu lalu di Indeks DXY. Pergerakan lamban dalam dolar AS ditelusuri kembali ke data ekonomi yang beragam dan kekhawatiran perdagangan reflasi karena investor menganalisis bahwa Fed akan tetap pada sikap kebijakan moneter ultra akomodatif saat ini, meskipun tekanan inflasi meningkat. Dari data, indikator kekuaran Belanja Konsumen AS tidak berubah di bulan Mei, meleset dari ekspektasi pasar akan pertumbuhan 0.4%. Sementara Pendapatan Pribadi turun 2% di bulan Mei dibandingkan dengan konsensus pasar di 2.5%. Di sisi lain, indikator inflasi pilihan Fed, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS (PCE) naik 0.5% pada Mei dan 3.4% selama dua belas bulan terakhir. Pembacaan yang tenang tersebut meredakan kecemasan inflasi dan menegaskan kembali pandangan dovish Fed. Sementara itu, terobosan dalam pembicaraan pembelanjaan infrastruktur di Washington pada minggu juga sebelumnya menjadi fokus yang mungkin memainkan peran pekan ini.
USDJPY - Setelah menyentuh level tertinggi multi-bulan di minggu sebelumnya, USDJPY mundur menuju 110.50 tetapi berhasil "mengambil nafas" pagi ini. Harga pun sempat bergerak dalam rentang perdagangan yang sangat sempit dengan kenaikan moderat. Pergerakan lamban dalam USD sekali lagi ada di balik pergerakan harga yang alasannya ditelusuri kembali ke data ekonomi yang beragam dan kekhawatiran perdagangan reflasi karena investor menganalisis bahwa Fed akan tetap pada sikap kebijakan moneter ultra akomodatif saat ini. Di sisi lain, Yen tetap tertekan karena para pembuat kebijakan tetap khawatir bahwa beberapa sektor dalam perekonomian mengalami pelemahan dan tetap berada dalam situasi yang parah akibat COVID-19. Perbedaan pertumbuhan di AS dan Jepang membebani prospek Yen dalam melawan USD.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | JPY - Unemployment rate | - | 2.9% | 2.8% |
19:50 | JPY - Retail sales y/y | - | 7.9% | 11.9% |
20:00 | US- FOMC Williams Speaks | - | - | - |