| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.13400 | -0.08% |
GBPUSD | 1.32030 | -0.04% |
AUDUSD | 0.71690 | -0.15% |
NZDUSD | 0.68110 | -0.16% |
USDJPY | 113.660 | 0.09% |
USDCHF | 0.92010 | 0.13% |
USDCAD | 1.26540 | 0.09% |
GOLDUD | 1782.110 | 0.08% |
COFR | 1037036 | 0.21% |
USD/IDR | 14300 | 0.23% |
Kamis, 09 Desember 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan pergerakan yang positif di tengah rilis data pasar minyak AS yang mengecewakan. Optimisme pasar pasca komentar dari produsen vaksin Pfizer meredakan kekhawatiran akan dampak yang ditimbulkan oleh varian Omicron. Selain itu, berkurangnya potensi Iran untuk menghidupkan kembali produksinya juga turut mendukung pergerakan harga minyak.
Dalam laporan mingguan pasar minyak AS yang dirilis Rabu malam oleh Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah naik ke level 11.7 juta barel dari posisi pekan lalu di 11.6 juta barel. Sementara untuk stok minyak mentah turun sebesar 240 ribu barel, jauh lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 1.71 juta barel. Selain itu stok bensin naik sebesar 3.88 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 1.80 juta barel. Laporan dari EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.
Sementara itu, komentar dari BioNTech dan Pfizer meredakan kekhawatiran pasar akan dampak dari varian Omicron terhadap pertumbuhan ekonomi global. Dalam pernyataan resmi yang dirilis hari Rabu, produsen vaksin tersebut mengatakan bahwa berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan jika dua suntikan awal vaksin Pfizer-BioNTech mungkin hanya melindungi sebagian dari Omicron, akan tetapi dosis ketiga menunjukkan tanda-tanda perlindungan yang menjanjikan terhadap varian Omicron.
Turut mendukung harga minyak, kepala pertahanan AS dan Israel diperkirakan pada hari Kamis akan membahas kemungkinan latihan militer untuk mempersiapkan skenario terburuk dengan target menghancurkan fasilitas nuklir Iran jika diplomasi gagal dan jika para pemimpin negara mereka memintanya, ungkap seorang pejabat senior AS pada hari Rabu. Sinyal memanasnya tensi antara AS dan Iran berpotensi menghambat arah negosiasi nuklir yang sedang berjalan saat ini, yang sekaligus mengindikasikan berkurangnya potensi kembalinya barel minyak Iran ke pasar minyak global dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,055,000 - 1,075,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,020,000 - 1,000,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USA - Unemployment Claims |
| 218K | 222K | |||||
22:00 | USA - Final Wholesale Inventories MoM |
| 2.2% | 2.2% | |||||