Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan AS–Iran dan Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah Emas
Ketegangan AS–Iran dan Data Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah Emas
Tuesday, 30 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1422

-0.07%

GBPUSD

1.3256

-0.08%

AUDUSD

0.6885

-0.04%

NZDUSD

0.5650

0.05%

USDJPY

161.92

0.09%

USDCHF

0.8070

0.11%

USDCAD

1.4209

0.04%

GOLDUD

4018.65

-1.07%

USD/IDR

17,957

0.00%

Fokus Utama:

  1. Ekspektasi kebijakan moneter The Fed menjelang rilis data ketenagakerjaan AS
  2. Ketegangan geopolitik AS–Iran yang menjaga kekhawatiran inflasi 

Selasa, 30 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah ke level US$4.015 per troy ons di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang serangkaian data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed. Investor akan mencermati rilis ADP Employment Change pada Rabu (1/7) dan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Kamis (2/7) untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja AS. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat atau kembali menaikkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September berada di kisaran 61%, sementara prospek pengetatan lebih lanjut tetap dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi dan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, sentimen geopolitik masih menjadi perhatian pasar setelah ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat. Konflik yang melibatkan kedua negara terus memengaruhi pasar energi global melalui potensi gangguan distribusi minyak di kawasan Selat Hormuz, sehingga menjaga harga minyak tetap relatif tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global yang berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. 

Sementara itu, pergerakan dolar AS masih menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas. Meski dolar bergerak melemah pada perdagangan sebelumnya, tekanan terhadap emas belum mereda karena investor lebih memilih menunggu kepastian arah kebijakan The Fed. Sebelumnya, indikator inflasi pilihan The Fed, yakni Personal Consumption Expenditures (PCE), masih menunjukkan inflasi berada di level yang relatif tinggi meskipun sesuai dengan ekspektasi pasar. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.981 hingga $3.946, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.068 hingga $4.120. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.859, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.207.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:00pm

US

JOLTs Job Opening May

-

7.4M

7.618M

9:00pm

US

CB Consumer Confidence

-

94

93.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788