| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16480 | 0.14% |
GBPUSD | 1.38220 | 0.04% |
AUDUSD | 0.75140 | 0.39% |
NZDUSD | 0.72020 | 0.15% |
USDJPY | 114.260 | 0.02% |
USDCHF | 0.91860 | -0.02% |
USDCAD | 1.23200 | -0.22% |
GOLDUD | 1781.800 | 0.38% |
COFR | 1176806 | -0.01% |
USD/IDR | 14080 | 0.23% |
Fokus Crude Oil:
Kamis, 21 Oktober 2021 - Permintaan yang positif di pasar minyak AS serta indikasi bahwa OPEC+ tidak akan menambah lebih banyak pasokan ke pasar memberikan dukungan pada pasar minyak. Meski demikian, sinyal intervensi China untuk meredam kenaikan harga batu bara, berpotensi memicu harga energi kembali stabil, yang sekaligus membatasi kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam merilis laporan mingguan pasar minyak AS yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 431 ribu barel, di luar prediksi sebelumnya yang memperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 1.86 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 5.37 barel, lebih besar dari perkiraan sebelumnya yaitu turun sebesar 1.27 juta barel. EIA juga melaporkan produksi minyak mentah AS turun menjadi 11.3 juta barel, dari posisi pekan lalu di level 11.4 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan pasar yang kuat sekaligus semakin ketatnya pasokan di pasar minyak AS.
Turut mendukung harga minyak, Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam acara Forum Energi India CERAWeek yang berlangsung hari Rabu mengatakan bahwa tambahan minyak dari OPEC+ tidak akan banyak membantu untuk menurunkan harga gas alam yang melonjak. Pangeran Abdulaziz juga menambahkan jika permintaan minyak berpotensi naik menjadi 600 ribu bph atau sebesar 0.5% dari konsumsi global, apabila musim dingin di belahan utara lebih dingin dari biasanya, namun kemungkinan untuk naik lebih lanjut akan terbatas karena banyak generator berbahan bakar gas tidak dapat dengan mudah beralih ke minyak, yang juga merupakan bahan bakar yang jauh lebih kotor. Pernyataan Saudi itu semakin menguatkan keyakinan bahwa OPEC+ tidak akan menambah lebih banyak pasokan ke pasar, meskipun ada desakan dari beberapa konsumen utama, termasuk AS, Jepang dan India.
Sementara itu, pemerintah China mengisyaratkan akan melakukan intervensi untuk mengendalikan kenaikan harga di pasar batu bara. Perencana kebijakan negara China, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), pada hari Selasa telah mengadakan pertemuan dengan produsen utama batu bara dan asosiasi industri untuk mempelajari cara-cara dalam upaya mengintervensi kenaikan harga batu bara serta menurunkannya ke kisaran harga yang wajar. Krisis energi global yang dipicu oleh ketatnya pasokan gas dan batu bara telah mendorong peralihan ke sumber energi listrik berbasis minyak, yang turut mendongkrak kenaikan harga minyak mentah global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,195,000 - 1,215,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,160,000 - 1,140,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Unemployment Claims | - | 298K | 293K | |||||
21:00 | USA - CB Leading Index MoM | - | 0.4% | 0.9% | |||||
21:00 | USA - Existing Home Sales | - | 6.10M | 5.88M | |||||