| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07240 | 0.07% |
GBPUSD | 1.23420 | 0.10% |
AUDUSD | 0.65300 | 0.12% |
NZDUSD | 0.60610 | 0.02% |
USDJPY | 140.680 | -0.15% |
USDCHF | 0.90490 | -0.02% |
USDCAD | 1.36020 | -0.04% |
GOLDUD | 1,943.190 | -0.11% |
COFU | 71.89 | 1.08% |
USD/IDR | 14,950 | 0.07% |
Senin, 29 Mei 2023 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak bergerak datar karena ditutupnya pasar AS dalam rangka perayaan libur Memorial Day. Beberapa sentimen positif di pasar jelang libur antara lain tercapainya kesepakatan atas negosiasi plafon utang AS, keputusan Rusia untuk memperpanjang pemangkasan sukarela, serta kenaikan permintaan minyak di Asia, mendukung harga minyak bergerak bullish.
Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy pada hari Sabtu mencapai kesepakatan prinsip untuk menangguhkan plafon utang AS sebesar $31.4 triliun hingga Januari 2025, sambil membatasi pengeluaran dalam anggaran 2024 dan 2025. Setelah proses kesepakatan tercapai, McCarthy berharap dapat segera menyelesaikan pembuatan RUU pada hari Minggu, kemudian kembali bertemu dengan Biden dan memberikan suara untuk mendukung kesepakatan tersebut menjadi UU pada hari Rabu. Tanda kemajuan dalam kesepakatan plafon utang AS itu meredam kekhawatiran akan terjadinya default destabilisasi ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam pernyataan yang dirilis hari Jumat, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, mengisyaratkan bahwa Rusia tidak mengharapkan adanya perubahan kebijakan pada pertemuan OPEC+ berikutnya, dan lebih suka jika mitranya dari kelompok OPEC+ tetap membiarkan kuota produksi minyak tidak berubah ketika bertemu pada 4 Juni nanti. Selain itu, Novak juga mengumumkan bahwa pemangkasan sebesar 500 ribu bph, yang awalnya untuk Maret dan April, sekarang akan diperpanjang hingga akhir tahun nanti, membuat total pemotongan baru dari OPEC+ naik menjadi 1.6 juta bph.
Sentimen positif lainnya datang dari impor minyak mentah Asia melonjak sebesar 8.6% pada bulan Mei karena kenaikan permintaan di China dan India yang masing-masing mencapai 11.96 juta bph dan 5.10 juta bph. Adapun untuk pemasok utama kedua negara importir minyak utama itu berasal dari Rusia, yang didorong karena biaya yang lebih murah dibanding minyak yang biasa dipasok dari produsen Timur Tengah.
Sementara itu, tensi antara AS dengan China kembali meningkat dipicu oleh keputusan pemerintah China untuk melarang pembelian chip memori dari Micron Technology, yang merupakan produsen chip memori terbesar di AS. Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo pada hari Sabtu menyatakan bahwa AS tidak akan mentolerir larangan China atas Micron, serta menuding langkah tersebut sebagai bentuk pemaksaan ekonomi.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Memorial Day |
|
|
|