| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.16220 | -0.17% |
GBPUSD | 1.36130 | -0.13% |
AUDUSD | 0.72840 | -0.22% |
NZDUSD | 0.69710 | -0.47% |
USDJPY | 110.870 | 0.20% |
USDCHF | 0.92510 | 0.05% |
USDCAD | 1.25890 | 0.10% |
GOLDUD | 1769.495 | -0.31% |
COFR | 1106291 | 0.31% |
USD/IDR | 14260 | 0.06% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 05 Oktober 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish di level tertinggi dalam tujuh tahun didukung oleh keputusan OPEC+ untuk tidak memproduksi minyak melebihi kesepakatan awal serta potensi kembali berlarutnya negosiasi nuklir Iran yang memicu spekulasi akan menghambat kembalinya pasokan barel Iran ke pasar minyak global.
Dalam pertemuan yang berlangsung hari Senin, OPEC+ sepakat untuk tetap berpegang pada kesepakatan awal yaitu meningkatkan produksi sebesar 400,000 bph pada bulan November nanti. Keputusan tersebut di luar prediksi pasar yang sebelumnya berharap OPEC dan sekutunya akan memproduksi lebih banyak pasokan, dengan pertimbangan tingginya harga minyak saat ini serta ditambah dengan krisis energi di Eropa akibat kekurangan gas alam yang mendorong peralihan ke produk minyak sebagai pemanas dan manufaktur, sehingga meningkatkan permintaan minyak secara keseluruhan.
Turut mendukung harga minyak, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman pada hari Senin menyatakan dengan tegas untuk menolak setiap tuntutan baru apapun dari Iran sebagai syarat untuk melanjutkan kembali negosiasi nuklir. Pernyataan tersebut menyusul permintaan Iran pekan lalu yang menuntut pencairan aset Iran senilai 10 miliar dolar yang dibekukan oleh AS terlebih dahulu sebagai isyarat niat baik untuk melanjutkan pembicaraan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman juga meminta Iran sesegera mungkin melanjutkan pembicaraan dengan menentukan tanggal pertemuan. Di hari yang sama, Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan bahwa pembicaraan kemungkinan akan dimulai lagi dalam waktu dekat, paling cepat awal November.
Sementara itu, sebagai indikator untuk melihat pergerakan harga minyak selanjutnya, pasar akan fokus menantikan laporan terbaru mengenai pasar minyak AS yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) pada dini hari nanti. Menyusul setelahnya laporan resmi dari badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,120,000 - 1,140,000 per barel serta kisaran Support di IDR 1,095,000 - 1,075,000 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||
| | | | | |||||